Minggu, 03 Desember 2017

Cara Didik Anak Yang Benar Menurut Islam

Ngalir.com, Wajib tahu ini dia cara didik anak yang benar menurut islam, orang tua wajib baca ini karena mendidik anak itu hal wajib agar masa depan anak juga bermanfaat untuk dunia dan akhirat.



 "JANGAN KAU DIDIK ANAK-ANAKMU DAN KELUARGAMU DENGAN CINTA DUNIA"

*Nasehat Imam Al-Haddad di dalam kitab Risalatul Muawanah.. "Jangan kau didik anak dan keluargamu dengan cinta dunia",

ketika zaman sekarang, orang tua apabila bertanya kepada anaknya, "Cita-citanya jadi apa nak?"
Pasti jawabannya cita-cita pada hal dunia, ada yang jawab jadi pilot, dokter dan lain sebagainya.
Itu semua bagus, cuma tidak ditanamkan juga sedari dini untuk cita-cita kebahagian akhirat, padahal yang bikin selamat dan bahagia orangtuanya kelak adalah lewat cita-cita kebahagian akhirat anak-anaknya.

Dikisahkan bahwasannya Al Habib Hasan Asy-syatiri kakak kandung habib Salim Asy-syatiri, beliau ditanya oleh ayahanda beliau Al-Imam Al-Qutub Al-Habib Abdullah bin Umar Asy-Syatiri

"Wahai Hasan apa cita-citamu?"
Beliau, Al-Habib Hasan menjawab

" Ingin menjadi sepertimu wahai ayah.."
Coba lihat apa jawabannya ayahanda Habib hasan

"Jangan menjadi seperti saya, tapi lebih tinggi lagi, seperti Al-Habib Abdurrahman Assegaf dan yang tinggi lainnya.."
Subhanallah..

Padahal ayahanda Habib Hasan adalah syaikhul Islam, ulama' yang besar dan aulia' ALLAH, muridnya yang tertulis saja ada sekitar 13 ribu yang menyebar di seluruh penjuru dunia, ayahanda beliau pun ingin Habib Hasan memiliki cita-cita yang sangat tinggi untuk urusan kebahagian akhirat.
Semoga dengan kisah ini kita dapat berkahnya mereka dan berbahagia di dunia sampai akhirat kelak bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam.

Nah itu dia orang tua wajib tahu begitulah cara didik anak yang benar semoga seluruh orang tua di dunia mempraktekan nasihat di atas.

Jumat, 01 Desember 2017

Wajib Tau Ini Dia Susunan Acara Reoni 212

Ngalir.com, Reuni 212 Ini bukan hanya tentang kita dan Indonesia, tapi ini semua lebih dari itu, ini tentang syiar Islam. Ini tentang persatuan kaum Muslim yang merindukan kebangkitan, Hadir dan bergabunglah bersama orang-orang salih, di acara reuni 212, syiar persatuan Islam, dan kecintaan kita akan Al-Qur'an, datang dengan imanmu.

Makna 212 Sesuai Niat Seseorang cenderung mengukur dengan apa yang menjadi paling penting baginya, bahasa nubuwwahnya, "Innamal a'malu bi niyyat", segala hal tergantung niatnya
Bagi mereka yang dunia paling penting baginya, saat berjumpa orang lain selalu membandingkan kekayaan, rumah, kendaraan, usaha, atau bahkan banyaknya anak mereka.


Mereka yang wanita adalah segalanya, bicara poligami saat berjumpa, walau kesemuanya jomblo tanpa asa. Bicara tentang memilih wanita, apa daya tiada yang suka,Mereka yang Islam paling penting baginya, kala berjumpa pasti karena Allah, berlisan tentang Islam, berbagi capaian dakwah, berdebatpun masih dalam wacana Islam.


Apa yang paling penting bagimu, itulah pembicaraanmu, dari situ semuanya diukur, dari situ semuanya ditera, dari situ pula engkau akan memandang orang lainnya, Maka bila ada yang menuding aksimu pasti lari ke politik, ya itulah politiknya, dia yang sedang berpolitik, politik fitnah dan adu domba, black propaganda ,Jika ada yang menuduh aksimu pasti didanai, diberi iming-iming liburan ke monas, maka kita bisa tahu pola pikirnya, bahwa dia pikir semua manusia seperi dia, money-driven.


Jangan kesal. Okelah, kesal sedikit tak mengapa. Harusnya kita malah kasihan, sebab mereka tak diberi Allah sebagaimana Allah beri kepadamu, kecintaan pada Islam , Mereka takkan paham dan percaya, bahwa ada yang ikhlas menjual kendaraan demi membiayai diri dan keluarganya hadir di aksi bela Islam, sekedar jadi saksi saja , Mereka tak diberi kenikmatan berkorban di jalan Allah, hingga tak kan pernah bisa menyangka, ada yang terbang belasan jam hanya untuk hadir di perhelatan besar ummat.


Mereka akan tetap nyinyir sebab mereka justru tak suka ada jutaan orang yang mendapat hidayah dari aksi bela Islam, sebab itu berbahaya bagi dagangan kedzaliman mereka, Satu yang kita lihat, mereka bukan bagian dari ummat, sebab tak paham yang kita rasa, tak tahu yang kita inginkan, tak berbagi kecintaan terhadap agama yang kita junjung, Mereka bisa melantangkan fitnah ini dan itu, menghambat reuni 212 dengan banyak tipu daya, tapi bagi kita satu alasan cukup mengalahkan semua itu, kami datang 212, KARENA ALLAH


SUSUNAN ACARA REUNI ALUMNI 212


Semoga yang bisa hadir di Reoni Alumni 212 Monas bisa berjalan dengan lancar tertib dan bersih. Jika anda ingin melihat video alumni 212 bisa kunjungi website www.savemp3ku.com terimakasih.

Sabtu, 21 Oktober 2017

Surat Untuk Yahya Cholil Staquf PBNU Terkait Sindiran Untuk Habib Umar bin Hafidz

Ngalir.com, Sempat geger status Yahya Cholil Staquf orang PBNU beliau menulis status dengan bahasa jawa halus menurut masyarakat dunia maya beliau menyindir guru mulis Habib Uamr bin Hafidz dengan kegegeran ini ada surat dari RABITHAH ALAWIYAH UNTUK RAIS AAM PBNU mari simak surat dibawah ini :






SURAT DARI RABITHAH ALAWIYAH UNTUK RAIS AAM PBNU

Ini surat dari ketua umum Rabithah Alawiyah Hb. Zen b sumaith untuk Kh. Ma'ruf Amin mengenai tulisan Yahya cholil staquf.... Yg melecehkan hb. Umar bin Hafidh.

Yth. KH Dr Ma'ruf Amin. Rois Aam Syuriah Nahdhatul Ulama. Semoga Pak kyai selalu berada dlm lindungan Allah SWT.

Sebenarnya kami mengharap bertemu Pak kyai pada acara ijtima Ulama, yg diadakan oleh Majlis Muwasolah, NU dan Rabithah Alawiyah hari selasa yg lalu. Tetapi rupanya Pak Kyai berhalangan krn ada tugas ke Taiwan.

Alhamdulillah acara tsb berjalan baik dan NU diwakili oleh Pak Sekjen Dr Helmi Faisal dan juga hadir para kyai dan mudir ma'had dari NU.

Satu hari setelah ijtima ulama ini, yg kita adakan bersama, kami dikejutkan dgn tulisan katib Aam Syuriah, sdr Yahya Cholil Staquf yg isinya mengarah kpd salah satu guru habaib yg sangat dihormati yaitu Alhabib Umar bin Hafidz. Kalimat yg ditulis, menurut kami betul2 melecehkan, walaupun ditulis dgn bhs Jawa yg halus. Rasanya kami tdk percaya tulisan demikian ditulis oleh seorang katib Aam syuriah dibawah Pak Kyai.

Sebagaimana diketahui, kita bersama berusaha merekatkan hubungan NU dgn para habaib, yg sejak zaman kelahiran NU dahulu mempunyai hubungan khusus, akan dirusak oleh seorang Yahya, yg pastinya tdk mencerminkan ahlak seorang kyai, sangat2 disayangkan. Alfaqir juga sbg salah satu mustasyar NU, menerima pesan dari beberapa orang termasuk kyai NU yg marah dan meminta maaf atas tulisan sdr Yahya ini.

Alfaqir berdoa semoga sdr Yahya ini diberi kebersihan hati dan dihilangkan sifat yg kurang baik, yg dapat menjadikan su' dhon kpd ulama maupun kpd saudara muslim yg lain.

Allahumma arina haqqa haqqan warzugna tiba'ah, wa arina batila batilan warzugna tinabah.
(Zen bin Sumaith / Rabithah Alawiyah)

Itulah tanggapan RABITHAH ALAWIYAH UNTUK RAIS AAM PBNU terkait status Yahya Cholil NU yang menyindir Habib Umar bin Hafidz.

Terungkap Tujuan Habib Umar bin Hafidz ke Indonesia

 Ngalir.com, Tujuan Mengapa Habib Umar bin Hafidz ke Indonesia ternyata ini alasan nya di tulis di fanspage akun Alhabib Quraisy Baharun mari kita simak.

Habib Uamr bin Hafidz


SEBERAPA SERINGKAH HABIB UMAR BIN HAFIDZ DATANG KE INDONESIA?

Satu tahun sekali! yakni setiap bulan MUHARROM, karena pada bulan itu di Cidodol (Jakarta Selatan), diselenggarakan Haul Imam Fachrul Wujud (SYEIKH ABU BAKAR BIN SALIM).
Syeikh Abu Bakar bin Salim adalah leluhur Habib Umar bin Hafidz.

Jadi sangatlah wajar apabila beliau antusias hadir pada acara haul leluhurnya. Apalagi acara ini cuma setahun sekali!

LALU, KENAPA HABIB UMAR DATANG KE INDONESIA SEDANGKAN DI YAMAN SAJA SEDANG BERGOLAK. BUKANKAH DISANA LEBIH MEMBUTUHKAN SOSOK BELIAU?

Dahulu sebelum Habib Umar 'tenar', beliau terlihat cukup intens menyambangi Indonesia, mari kita lihat dulu apa latar belakangnya!

Beliau datang kesini (awalnya pada tahun 1994) karena diutus oleh guru beliau yaitu Al-Habib Abdul Qodir bin Ahmad Assegaf Jeddah, hal itu disebabkan oleh KELUHAN Habib Anis bin Alwi al-Habsyi seorang ulama dan tokoh asal Kota Solo / Surakarta atas keadaan para ALAWIYYIN di Indonesia yang mulai jauh dan lupa akan nilai-nilai ajaran para leluhurnya.

Sehingga Habib Umar pun ditugaskan untuk mengingatkan serta menggugah ghiroh (semangat atau rasa kepedulian) para Alawiyyin Indonesia.

Jadi jelas dari sini, bahwa tugas beliau adalah atas PERINTAH dari gurunya serta terbatas pada para Alawiyyin / Habaib saja. Namun pada perkembangannya ternyata dakwah beliau malah meningkat begitu pesat, serta diikuti dan digandrungi juga oleh para Muhibbin (non Alawiyyin) kaum muslimin bahkan non muslim di tanah air, yang cerdas tentu tak berani menyalahkan Habib Umarnya!

Hingga tahun-tahun itu mulai banyak dan terus bertambah santri-santri indonesia belajar ke Yaman.
Lagipula segawat apapun situasi di Yaman, apa salah beliau mengunjungi Indonesia?

Mari kita lihat tanggal 16 Oktober yang lalu, saat beliau menghadiri Majelis Al Muwasholah Baina Ulama Al Muslimin, dimana dalam acara tersebut dihadiri ulama-ulama yang ditokohkan oleh para ummat.

Bagi kita yang bukan siapa-siapa, tentu hanya bisa menyaksikan melalui live streaming, karena acara tersebut terbatas hanya untuk para Ulama.

Tapi coba perhatikan baik-baik ESENSI-nya! Apa yang Habib Umar sampaikan di hadapan para Ulama, salah satunya adalah tentang KERUGIAN melakukan Revolusi!

Bukankah baru-baru ini kita dengar di Indonesia ada isu gerakan revolusi?

Dan Habib Umar mengingatkan tentang hal itu! Bahwa revolusi yang dahulu juga pernah digalang oleh Ulama Yaman, justru akhirnya berbuah pahit dan membelenggu mereka serta 'membatasi' aktifitas dakwah para Ulama itu sendiri.

Itulah yang Habib Umar ingatkan kepada kita, bahwa apa yang pernah terjadi di Yaman (dan timur tengah) jangan sampai terjadi juga di Indonesia! Experience is the best teacher!

Pada akhirnya, meskipun kita hanya sebagai ummat (pengikut para Ulama), yang mungkin saja tidak diberikan "ijazah khusus" ataupun sanad Dakwah oleh Habib Umar, tapi ada baiknya kita ikut bertanggung jawab mengemban mandat dan amanat dari beliau, bahwa "Islam kita menyatukan, bukan memecah belah"

Oleh sebab itu, jangan mudah terprovokasi, sudah saatnya kita menjadi solusi, semoga Allah memberkahi!

Allohumma Shalli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala Aalihi wa Shohbihi Ajma'iin. Aamiin



Ternyata itu tujuan Habib Umar bin Hafidz selalu ke Indonesia semoga dengan danya artikel ini bisa membuka pikiran kita.




Kamis, 19 Oktober 2017

Strategi Anis Sandi Gubernur DKI Jakarta Melawan Reklamasi

Ngalir.com, Strategi Anis Sandi Gubernur Jakarta  melawan reklamasi polemik proyek reklamasi di Teluk Jakarta terus berlanjut. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menegaskan pihaknya masih berkomitmen menghentikan megaproyek tersebut.


Menurut Sandiaga, proyek tersebut tak transparan,  soal kajian kajian buat masyarakat tentang keberadaan pulau-pulau reklamasi. Salah satu yang dia soroti ialah klaim jikalau keberadaan pulau reklamasi akan menciptakan banyak lapangan kerja nyatanya tidak.

Sandi meragukan klaim pemerintah itu pasalnya hingga saat ini tak adanya kajian tentang banyaknya lapangan kerja yang akan tersedia bila banyak properti di atas pulau reklamasi dibawah ini tulisan seorang yang viral tentang Anis Dandi akan melawan reklamasi



Dari artikel di atas Anis Sandi Akan melawan reklamasi awal awal menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta semoga bisa terwujud.

Rabu, 18 Oktober 2017

Contoh Sifat Rasulullah di Kehidupan Sehari Hari

 Ngalir.com, Sifat Rasulullah Saat Kehidupan Sehari Hari ini bisa kita ikuti kalau kita pecinta Rasulullah SAW seenggak nya kita bisa ikuti mari baca di bawah ini :



DR. SAYYID MUHAMMAD BIN ALAWI AL MALIKI DALAM SALAH SATU KITABNYA MENULIS TENTANG BEBERAPA AKHLAK BAGINDA RASULULLOH MUHAMMAD SAW.

۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞

AKHLAK RASULULLOH MUHAMMAD SAW​. TERSEBUT ANTARA LAIN :

١. Baginda selalu diam.

٢. Berbicara ketika perlu.

٣. Perbicaraannya fasih, ringkas tetapi padat.

٤. Menghadapkan seluruh tubuhnya bila berbicara dengan seseorang.

٥. Hatinya selalu sedih (inginkan umat dalam kebaikan dan terlepas dari azab الله swt).

٦. Selalu menundukkan pandangan kerana tawaddu’.

٧. Berfikir terus-menerus.

٨. Menghargai nikmat sekecil apa pun tanpa memperlekehkannya.

٩. Tidak pernah mencela makanan. Apabila suka, Baginda akan makan. Jika tidak, ditinggalkannya tanpa mencelanya.

١٠ . Tidak pernah marah yang ada kaitan dengan urusan dunia.

١١ . Marah bukan kerana nafsu.

١٢ . Apabila kebenaran dipermainkan, Baginda akan bangkit untuk berusaha mempertahankannya.

١٣ . Apabila marah Baginda akan memalingkan muka.

١٤ . Apabila suka Baginda akan memejamkan mata.

١٥ . Tidak pernah berkata kotor, berbuat keji dan melampaui batas.

١٦ . Tidak pernah berteriak-teriak di pasar.

١٧ . Tidak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan. Malah Baginda memaafkan & berlapang dada.

١٨ . Tangan Baginda tidak pernah memukul selain untuk berjihad dijalan الله swt.

١٩ . Apabila menghadapi dua perkara Baginda memilih yang paling mudah selagi ia bukan dalam perkara ma'siat.
٢٠ . Di rumah, Baginda adalah manusia biasa yang membasuh pakaian, memerah susu & membuat sendiri segala keperluan diri.

٢١ . Ketika duduk atau pun berdiri, Baginda selalu berzikir.

٢٢ . Raut wajahnya selalu ceria, perangainya dapat dicontohi dengan mudah, lemah lembut & peramah.

٢٣ . Tidak pernah bersikap keras dan bertindak kasar, berteriak-teriak, lebih-lebih lagi mencela orang lain.

٢٤ . Tiga perkara yang dijauhi; perselisihan, bongkak & segala yang tidak diperlukan.

٢٥ . Tidak pernah mencela & memaki hamun orang lain.

٢٦ . Tidak pernah mencungkil rahasia orang lain.

٢٧ . Tidak pernah berbicara kecuali sesuatu yang menjanjikan pahala.

٢٨ . Perbicaraannya memukau sesiapa pun yang mendengarnya lalu terpegun seolah-olah ada burung melintas di atas kepala mereka.

٢٩ . Sesiapa yang melihat Baginda sepintas lalu akan merasa senang & hormat terhadapnya.

٣٠ . Sesiapa yang selalu bergaul & telah dekat mengenali Baginda, akan menyayanginya sepenuh jiwa raga.

٣١ . Baginda pasti memberi tempat kepada orang yang ingin duduk & tidak membedakan di kalangan mereka.

٣٢ . Sesiapa yang meminta sesuatu, pasti dipenuhinya atau jika sebaliknya ditolak dengan tutur kata yang lemah lembut.

٣٣ . Tangan Baginda selalu terbuka kepada sesiapa sahaja tanpa pilih kasih. Baginda adalah ayah bagi mereka semua.

٣٤ . Di mana pun Baginda berada, di situ terpancar cahaya ilmu, sikap malu & sabar serta amanah.

٣٥ . Tidak ada yang berani meninggikan suara di hadapan Baginda kerana kewibawaan Baginda.

٣٦ . Semua mengakui keutamaannya kerana ketaqwaannya ; menghormati orang tua, menyayangi
yang kecil, mengutamakan orang yang ada hajat, menjaga keperluan & kebajikan orang asing.

٣٧ . Tidak terus memotong percakapan orang lain. Jika ingin memotong, Baginda hentikan dahulu atau pun berdiri.

٣٨ . Paling berlapang dada.

٣٩ . Paling tepat dalam berbicara.

٤٠ . Paling halus keperibadiannya.

٤١ . Paling ramah & beradab dalam pergaulan & muamalahnya.

(Dipetik daripada Biografi Lengkap Rasulullah saw oleh Dr Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki).

Perbanyaklah Selawat pada Nabi...

اَللَّهُمَّ صَلِّ َعلى سيدنا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آِل سيدنا مُحَمَّد...DR. SAYYID MUHAMMAD BIN ALAWI AL MALIKI DALAM SALAH SATU KITABNYA MENULIS TENTANG BEBERAPA AKHLAK BAGINDA RASULULLOH MUHAMMAD SAW.

۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞
AKHLAK RASULULLOH MUHAMMAD SAW​. TERSEBUT ANTARA LAIN :

١. Baginda selalu diam.

٢. Berbicara ketika perlu.

٣. Perbicaraannya fasih, ringkas tetapi padat.

٤. Menghadapkan seluruh tubuhnya bila berbicara dengan seseorang.

٥. Hatinya selalu sedih (inginkan umat dalam kebaikan dan terlepas dari azab الله swt).

٦. Selalu menundukkan pandangan kerana tawaddu’.

٧. Berfikir terus-menerus.

٨. Menghargai nikmat sekecil apa pun tanpa memperlekehkannya.

٩. Tidak pernah mencela makanan. Apabila suka, Baginda akan makan. Jika tidak, ditinggalkannya tanpa mencelanya.

١٠ . Tidak pernah marah yang ada kaitan dengan urusan dunia.

١١ . Marah bukan kerana nafsu.

١٢ . Apabila kebenaran dipermainkan, Baginda akan bangkit untuk berusaha mempertahankannya.

١٣ . Apabila marah Baginda akan memalingkan muka.

١٤ . Apabila suka Baginda akan memejamkan mata.

١٥ . Tidak pernah berkata kotor, berbuat keji dan melampaui batas.

١٦ . Tidak pernah berteriak-teriak di pasar.

١٧ . Tidak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan. Malah Baginda memaafkan & berlapang dada.

١٨ . Tangan Baginda tidak pernah memukul selain untuk berjihad dijalan الله swt.

١٩ . Apabila menghadapi dua perkara Baginda memilih yang paling mudah selagi ia bukan dalam perkara ma'siat.

٢٠ . Di rumah, Baginda adalah manusia biasa yang membasuh pakaian, memerah susu & membuat sendiri segala keperluan diri.

٢١ . Ketika duduk atau pun berdiri, Baginda selalu berzikir.

٢٢ . Raut wajahnya selalu ceria, perangainya dapat dicontohi dengan mudah, lemah lembut & peramah.

٢٣ . Tidak pernah bersikap keras dan bertindak kasar, berteriak-teriak, lebih-lebih lagi mencela orang lain.

٢٤ . Tiga perkara yang dijauhi; perselisihan, bongkak & segala yang tidak diperlukan.

٢٥ . Tidak pernah mencela & memaki hamun orang lain.

٢٦ . Tidak pernah mencungkil rahasia orang lain.

٢٧ . Tidak pernah berbicara kecuali sesuatu yang menjanjikan pahala.

٢٨ . Perbicaraannya memukau sesiapa pun yang mendengarnya lalu terpegun seolah-olah ada burung melintas di atas kepala mereka.

٢٩ . Sesiapa yang melihat Baginda sepintas lalu akan merasa senang & hormat terhadapnya.

٣٠ . Sesiapa yang selalu bergaul & telah dekat mengenali Baginda, akan menyayanginya sepenuh jiwa raga.

٣١ . Baginda pasti memberi tempat kepada orang yang ingin duduk & tidak membedakan di kalangan mereka.

٣٢ . Sesiapa yang meminta sesuatu, pasti dipenuhinya atau jika sebaliknya ditolak dengan tutur kata yang lemah lembut.

٣٣ . Tangan Baginda selalu terbuka kepada sesiapa sahaja tanpa pilih kasih. Baginda adalah ayah bagi mereka semua.

٣٤ . Di mana pun Baginda berada, di situ terpancar cahaya ilmu, sikap malu & sabar serta amanah.

٣٥ . Tidak ada yang berani meninggikan suara di hadapan Baginda kerana kewibawaan Baginda.

٣٦ . Semua mengakui keutamaannya kerana ketaqwaannya ; menghormati orang tua, menyayangi yang kecil, mengutamakan orang yang ada hajat, menjaga keperluan & kebajikan orang asing.

٣٧ . Tidak terus memotong percakapan orang lain. Jika ingin memotong, Baginda hentikan dahulu atau pun berdiri.

٣٨ . Paling berlapang dada.
٣٩ . Paling tepat dalam berbicara.
٤٠ . Paling halus keperibadiannya.
٤١ . Paling ramah & beradab dalam pergaulan & muamalahnya.

(Dipetik daripada Biografi Lengkap Rasulullah saw oleh Dr Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki).

Perbanyaklah Selawat pada Nabi...

اَللَّهُمَّ صَلِّ َعلى سيدنا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آِل سيدنا مُحَمَّد

Itulah Contoh Sifat Rasulullah saat Kehidupan sehari hari semoga bisa kita ikuti agar kita makin cinta sama rasulullah saw, semoga artikel ini bermanfaat.

Senin, 16 Oktober 2017

Yang Sering Sholawat Akan di Tolong Rasulullah SAW

 Ngalir.com, Sering Bersholawat Akan di Bantu Rasulullah Kelak kisah nyata di bawah ini akan membuat anda akan terus mengamalkan sholawat ke pada Rasulullah SAW. Kisah dari Habib Umar Bin Salim bin Hafidz :


Dikisahkan adanya seseorang yg melaksanakan trip dengan ayahnya dalam perjalannya tersebut ayahnya sakit serta mati dunia diperjalanan, yang bikin sianak ini heran dari kematian ayahnya, bahwasanya wajah ayahnya langsung berubah menjadi hitam kelam Maka sia anak semakin bertambah sedih atas musibah yang semakin besar ini ,Maka dia beranalogi "seandainya saya minta pertolongan kepada warga kampung yang adanya disekitar sini buat mengurus jenazah ayahku tapi saya malu buat memperlihatkan kepada mereka wajah ayahku yang menjadi hitam,
Dikarenakan stres yang mendera pikirannya dia pun mengantuk serta tertidur ditempat itu, tersebutkan dalam mimpinya Dia menatap seseorang manusia yang demikian putih, indah serta tampan,

Maka orang tersebut mendatangi ayahnya yang sedang terbaring jenazahnya lalu mengusap wajah orang tersebut tiba tiba wajah ayahnya yang tadi hitam berubah jadi bercahaya di dalam mimpinya
Maka sianak menanyakan siapa gerangan engkau yang mana dengan dikarenakan berkah engkau Allah ta'ala. mngangkat kesulitanku ini?,, tersebutkan dijawab "Aku Nabimu Muhammad "dahulu Ayahmu ialah orang yang banyak berbuat dosa serta kesalahan akan tapi selain itu dia banyak bersholawat kepadaku tersebutkan saya simpan ini,dan saya sehabis mengenali dia wafat saya meminta syafa'at. kpd Allah Swt serta Allah Ta'ala. mengizinkan saya buat membantu orang ini,, tersebutkan ketika terbangun dia dapati ayahnya sudah berubah menjadi putih serta dari ketika saat itu sianak senantiasa menyibukan pribadinya dengan sholawat serta salam pada Nabi Muhammad dalam tiap kondisi apapun,

dia berjumpa didengar dia ditinjau oleh beberapa para sholihin yang Berposisi dimekah,, itu ulama mekah menatap dia, dia menanyakan "aku senantiasa mlihat engkau senantiasa stiap masa setiap jalan baca sholawat ,, ketika tawaf engkau sibuk dengan sholawat,,bahkan saat sa'i. engkau sibuk degan sholawat,, apa engkau tak tahu apapun kecuali cuma sholawat saja??,,Maka disebut "sesungguh saya memiliki cerita tersendiri atas Sholawat Kepada Nabi Muhammad tersebutkan diapun menceritakan cerita sang ayahnya ini.

Demikianlah kisah sholawat kepada rasulullah saw di atas semoga apa yang di baca bisa kita ambil positifnya amin.



Minggu, 15 Oktober 2017

Kisah Pemimpin Islam di Zaman Syaikh Abu Bakar bin Salim

 Ngalir.com, Kisah Pemimpin Islam di Zaman Syaikh Abu Bakar bin Salim du kutip dari ceramah Habib Umar bin Hafidz ini dia kisahnya :


  Dikisahkan ada seorang ulama bernama Al Imam Abdurrahman bin Muhammad Al Jufri, murid dari Al Imam Asy Syaikh Abu Bakar bin Salim.

Beberapa pemimpin (sultan/raja) di zaman itu menginginkan fatwa dari ulama, dimana fatwa tersebut tidak ada dalam syariat yang mu'tamad (kuat) tetapi ada di dalam fatwa yang minoritas (sedikit).

Para Ulama yang bersifat wara' menolak untuk memfatwakan bagi pemimpin tersebut. Kemudian para ulama tersebut menyarankan untuk memintakan fatwa kepada Pemimpin para ulama di zaman itu yaitu Al Imam Abdurrahman bin Muhammad Al Jufri, kalau beliau izinkan kami para ulama ikut beliau.

Dan datanglah 'pemimpin' itu kepada Al Imam Abdurrahman Al Jufri yang kebetulan juga masih ada hubungan kekerabatan keluarga dengan pemimpin itu (Putri pemimpin itu istri beliau).

Ketika itu Al Imam Abdurrahman Al Jufri sedang berada di majelisnya disitu ada kaum wanita dibalik satir (penghalang) dan di depan banyak kaum laki-laki yang banyak hadir di majelisnya beliau.

Lalu pemimpin itu mengadukan sebuah permasalahan dan permohonan fatwa. Maka Al Imam Abdurrahman Al Jufri menjawab dengan tegas bahwa beliau tidak akan mengeluarkan fatwa kecuali dengan pendapat fatwa yang terkuat (mu'tamad) di dalam madzhab ini, tidak bisa beliau memberikan fatwa yang lain.

Kemudian pemimpin itu mengancam, "Seandainya kamu tidak memfatwakan hal ini untuk saya, maka putriku yang merupakan istrimu akan saya ambil".

Maka Al Imam Abdurrahman Al Jufri berkata, "Silahkan kamu lakukan apa saja terserah kamu, karena agama tidak bisa dikorbankan untuk hal-hal semacam ini".

Pemimpin itu melanjutkan, "Kalau begitu aku ambil anakku dari engkau."

Al Imam Abdurrahman Al Jufri berkata lagi, "Kalau kamu mau ambil anakmu silahkan, tapi ketahuilah bahwa anakmu (istri beliau) itu sedang hamil, namun saya juga punya istri yang lain, Dengan izin Allah hamilnya anakmu itu akan berpindah ke istriku yang lain".

Maka istri pertama dari beliau mendengar perkataan itu, istri pertama merasakan ada janin yang tumbuh di perutnya.

Dan hamilnya anak dari pemimpin seketika itu juga hilang dan berpindah ke istri pertama Al Imam Abdurrahman Al Jufri.

Bersama ketegasan Al Imam Abdurrahman Al Jufri dalam menegakkan agama ini, tidak seharipun beliau berdiri mencaci-maki pemimpin itu. ataupun mengumpulkan massa untuk menentang kepada pemimpin itu.

Mengapa bisa seperti itu ?

Sebab mereka para ulama merupakan pengampu amanat, yang membawa agama yang agung, mereka tidak mengikuti hawa nafsu, dan mereka tidak melakukan hal-hal yang dapat membahayakan umat, dan mereka tidak melakukan hal-hal yang menimbulkan kerusakan diatas kerusakan, karena mereka adalah kaum yang telah mendapat Hidayah dari Allah, mendapatkan anugerah dari Allah menjadi orang yang beruntung, mereka tidak punya tujuan lain selain dari Allah Subhanahuwata'ala, dan mereka senantiasa berjalan seiring dengan Al Qur'an.

--- Kutipan Tausiyah Al 'Allamah Al Musnid Al Habib Umar bin Hafidz, Ponpes Al Fachriyah, Ciledug, Tangerang, 14-10-2017 ---

Itu dia Kisah Sejarah Pemimpin Islam pada zaman Syaikh Abu Bakar bin Salim semoga kisah ini membuat kita paham dan mengerti.