Selasa, 12 Desember 2017

Kisah Nyata Pengalaman Bertemu Dajjal

 Ngalir.com, kisah nyata pengalaman bertemu dajjal di pulau dajjal memang musuh umat akhir zaman kelak dengan munculnya dajjal bertanda kiamat akan segera tiba yuk simak kisah dibawah ini.


"KISAH TAMIM AD-DAHRI BERTEMU MAKHLUK LAKNATULLOH DI SEBUAH PULAU"

>>Di Pulau Misterius Itu Aku Berjumpa Dajjal

Ada baiknya kita awali kisah ini dengan membahas hakekat Dajjal, karena tidak semua tahu siapa Dajjal, sebagian lagi menyangka Dajjal hanyalah sebuah simbol, atau sesuatu yang tidak berwujud dan tidak memiliki hakekat.

Dajjal adalah sesosok laki-laki dari keturunan Nabi Adam as yang memiliki sejumlah sifat sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits shahih. Rosululloh Shallallohu’alaihi Wasallam banyak menyebutkan Dajjal beserta sifat-sifatnya agar manusia mengetahui dan berhati-hati dari makhluk jelek ini, sehingga apabila kelak ia muncul, kaum mukminin dapat mengenalnya serta tidak terfitnah olehnya.

Bahkan karena besarnya fitnah Dajjal, Rosululloh Shallallohu 'Alaihi Wasallam berwasiat untuk kita selalu berlindung dari kejelekannya di setiap akhir shalat sesudah tasyahhud akhir. Rosululloh Shallallohu 'Alaihi Wasallam bersabda:

إذا فرغ أحدكم من التشهد ( الآخر ) فليستعذ بالله من أربع ( يقول : اللهم إني أعوذ بك ) من عذاب جهنم ومن عذاب القبر ومن فتنة المحيا والممات ومن شر ( فتنة ) المسيح الدجال ( ثم يدعو لنفسه بما بدا له )

Apabila salah seorang diantara kalian selesai dari tasyahud akhir mintalah perlindungan dari empat perkara. Ucapkan: "Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari adzab neraka Jahannam, dan dari adzab kubur dan dari fitnah kehidupan dan kematian dan dari kejelekan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal. Kemudian berdoalah untuk dirinya apa yang tampak baginya (untuk dia minta). (HR. Muslim, Abu ‘Awanah, An-Nasai dan Ibnul Jarud)

Aisyah Ra, mengabarkan bahwa Rosululloh Shallallohu 'alaihi Wasallam selalu berdoa dalam shalat:

اللهم إني أعوذ بك من عذاب القبر وأعوذ بك من فتنة المسيح الدجال وأعوذ بك من فتنة المحيا والممات اللهم إني أعوذ بك من المأثم والمغرم

“Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada Mu dari siksa kubur. Dan aku berlindung kepada Mu dari fitnah Al-Masiih Dajjal. Dan aku berlindung kepada Mu dari fitnah ketika hidup dan fitnah setelah mati. Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada Mu dari dosa dan hutang.” (Al-Bukhari dan Muslim)

Diantara sifat Dajjal, dia adalah seorang pemuda. Kulitnya kemerah merahan, berbadan besar/gempal, bertubuh pendek, berambut keriting, dahinya lebar, pundaknya bidang, mata sebelah kanan buta, dan matanya ini tidak menonjol keluar juga tidak tenggelam, seolah-oleh buah anggur yang masak (tak bercahaya) dan matanya sebelah kiri ditumbuhi daging yang tebal pada sudutnya. Di antara kedua matanya terdapat tulisan huruf kaf, fa’, ra’ secara terpisah, atau tulisan “kafir”, yang dapat dibaca oleh setiap muslim yang bisa menulis maupun yang tidak bisa menulis. Dan di antara tandanya lagi ialah mandul, tidak punya anak. Semua sifat-sifat ini disebutkan dalam sabda-sabda Rasulullah shallallohu’alaihi wasallam.

Apakah makhluk ini sudah ada wujudnya? Dimanakah ia sekarang? Kisah Tamim Ad-Dari Ra akan menjawab pertanyaan ini…

Tamim Ad-Dari salah satu seorang sahabat Nabi Shallallohu 'alaihi Wasallam Yang Pernah Berjumpa Dajjal.

Namanya Tamim bin Aus bin Kharijah Ad-Dari, Abu Ruqayyah. Beliau salah seorang sahabat Rosul yang mulia. Namanya tidak asing bagi kaum muslimin, masuk islam ketika Rasulullah di Madinah. Sepeninggal Khalifah Utsman bin Affan, Tamim meninggalkan kota Madinah dan menetap di Baitul Maqdis hingga meninggal di sana pada tahun 40 H.

Sahabat inilah yang pernah melihat Dajjal dengan kedua matanya. Sahabat ini pulalah yang pernah berbicara dan mendengar pembicaraan Dajjal dengan kedua telinganya.

Sebelum islam, Tamim beragama nasrani. Saat dirinya nasrani itulah dia melihat Dajjal. Hingga kemudian Alloh lapangkan dadanya untuk menerima islam dan ia beritakan kisahnya kepada Rasulullah saw.

Di Mana Tamim Ad-Dari melihat Dajjal? Bagaimana kisahnya ?

Dalam sebuah riwayat shahih mengenai Dajjal dalam sebuah hadits yang dikenal dikalangan ulama dengan sebutan Hadits Jassasah. Hadits ini dikisahkan seorang shahabiyah, Fathimah binti Qois Ra.
‘Amir bin Syarohil Asy-Sya’bi berkata kepada Fathimah bintu Qais: “Kabarkan kepadaku sebuah hadits yang kau dengar dari Rasulullah SAW yang tidak kamu sandarkan kepada seorangpun selain beliau.”

Fathimah mengatakan: “Jika engkau kehendaki akan aku sampaikan.” “Iya berikan aku hadits itu.” jawab Asy Syabi.

Fatimahpun berkisah : “Suatu hari Aku mendengar seruan orang yang berseru. Penyeru Rasulullah saw menyeru: “Ashsholatu jamiah !”

Akupun segera keluar menuju masjid. Aku shalat bersama Rasulullah saw dan aku berada pada shaf wanita yang langsung berada di belakang shaf laki-laki. Tatkala Rasulullah selesai dari shalat, beliau duduk di mimbar dan tertawa seraya mengatakan:

لِيَلْزَمْ كُلُّ إِنْسَانٍ مُصَلَّاهُ
“Hendaknya masing-masing kalian tetap berada di tempat shalatnya !” Lalu beliau bersabda:

أَتَدْرُونَ لِمَ جَمَعْتُكُمْ

“Tahukah kalian, mengapa aku kumpulkan kalian ?”
Para Shahabat menjawab: “Alloh dan Rasul-Nya lebih mengetahui!”
Kemudian Rasulullah saw kembali bersabda dengan kisah yang cukup panjang, beliau berkata:

إِنِّي وَاللَّهِ مَا جَمَعْتُكُمْ لِرَغْبَةٍ وَلَا لِرَهْبَةٍ وَلَكِنْ جَمَعْتُكُمْ لِأَنَّ تَمِيمًا الدَّارِيَّ كَانَ رَجُلًا نَصْرَانِيًّا فَجَاءَ فَبَايَعَ وَأَسْلَمَ وَحَدَّثَنِي حَدِيثًا وَافَقَ الَّذِي كُنْتُ أُحَدِّثُكُمْ عَنْ مَسِيحِ الدَّجَّالِ حَدَّثَنِي أَنَّهُ رَكِبَ فِي سَفِينَةٍ بَحْرِيَّةٍ مَعَ ثَلَاثِينَ رَجُلًا مِنْ لَخْمٍ وَجُذَامَ فَلَعِبَ بِهِمْ الْمَوْجُ شَهْرًا فِي الْبَحْرِ ثُمَّ أَرْفَئُوا إِلَى جَزِيرَةٍ فِي الْبَحْرِ حَتَّى مَغْرِبِ الشَّمْسِ فَجَلَسُوا فِي أَقْرُبْ السَّفِينَةِ فَدَخَلُوا الْجَزِيرَةَ فَلَقِيَتْهُمْ دَابَّةٌ أَهْلَبُ كَثِيرُ الشَّعَرِ لَا يَدْرُونَ مَا قُبُلُهُ مِنْ دُبُرِهِ مِنْ كَثْرَةِ الشَّعَرِ فَقَالُوا وَيْلَكِ مَا أَنْتِ فَقَالَتْ أَنَا الْجَسَّاسَةُ قَالُوا وَمَا الْجَسَّاسَةُ قَالَتْ أَيُّهَا الْقَوْمُ انْطَلِقُوا إِلَى هَذَا الرَّجُلِ فِي الدَّيْرِ فَإِنَّهُ إِلَى خَبَرِكُمْ بِالْأَشْوَاقِ قَالَ لَمَّا سَمَّتْ لَنَا رَجُلًا فَرِقْنَا مِنْهَا أَنْ تَكُونَ شَيْطَانَةً قَالَ فَانْطَلَقْنَا سِرَاعًا حَتَّى دَخَلْنَا الدَّيْرَ فَإِذَا فِيهِ أَعْظَمُ إِنْسَانٍ رَأَيْنَاهُ قَطُّ خَلْقًا وَأَشَدُّهُ وِثَاقًا مَجْمُوعَةٌ يَدَاهُ إِلَى عُنُقِهِ مَا بَيْنَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى كَعْبَيْهِ بِالْحَدِيدِ قُلْنَا وَيْلَكَ مَا أَنْتَ قَالَ قَدْ قَدَرْتُمْ عَلَى خَبَرِي فَأَخْبِرُونِي مَا أَنْتُمْ قَالُوا نَحْنُ أُنَاسٌ مِنْ الْعَرَبِ رَكِبْنَا فِي سَفِينَةٍ بَحْرِيَّةٍ فَصَادَفْنَا الْبَحْرَ حِينَ اغْتَلَمَ فَلَعِبَ بِنَا الْمَوْجُ شَهْرًا ثُمَّ أَرْفَأْنَا إِلَى جَزِيرَتِكَ هَذِهِ فَجَلَسْنَا فِي أَقْرُبِهَا فَدَخَلْنَا الْجَزِيرَةَ فَلَقِيَتْنَا دَابَّةٌ أَهْلَبُ كَثِيرُ الشَّعَرِ لَا يُدْرَى مَا قُبُلُهُ مِنْ دُبُرِهِ مِنْ كَثْرَةِ الشَّعَرِ فَقُلْنَا وَيْلَكِ مَا أَنْتِ فَقَالَتْ أَنَا الْجَسَّاسَةُ قُلْنَا وَمَا الْجَسَّاسَةُ قَالَتْ اعْمِدُوا إِلَى هَذَا الرَّجُلِ فِي الدَّيْرِ فَإِنَّهُ إِلَى خَبَرِكُمْ بِالْأَشْوَاقِ فَأَقْبَلْنَا إِلَيْكَ سِرَاعًا وَفَزِعْنَا مِنْهَا وَلَمْ نَأْمَنْ أَنْ تَكُونَ شَيْطَانَةً فَقَالَ أَخْبِرُونِي عَنْ نَخْلِ بَيْسَانَ قُلْنَا عَنْ أَيِّ شَأْنِهَا تَسْتَخْبِرُ قَالَ أَسْأَلُكُمْ عَنْ نَخْلِهَا هَلْ يُثْمِرُ قُلْنَا لَهُ نَعَمْ قَالَ أَمَا إِنَّهُ يُوشِكُ أَنْ لَا تُثْمِرَ قَالَ أَخْبِرُونِي عَنْ بُحَيْرَةِ الطَّبَرِيَّةِ قُلْنَا عَنْ أَيِّ شَأْنِهَا تَسْتَخْبِرُ قَالَ هَلْ فِيهَا مَاءٌ قَالُوا هِيَ كَثِيرَةُ الْمَاءِ قَالَ أَمَا إِنَّ مَاءَهَا يُوشِكُ أَنْ يَذْهَبَ قَالَ أَخْبِرُونِي عَنْ عَيْنِ زُغَرَ قَالُوا عَنْ أَيِّ شَأْنِهَا تَسْتَخْبِرُ قَالَ هَلْ فِي الْعَيْنِ مَاءٌ وَهَلْ يَزْرَعُ أَهْلُهَا بِمَاءِ الْعَيْنِ قُلْنَا لَهُ نَعَمْ هِيَ كَثِيرَةُ الْمَاءِ وَأَهْلُهَا يَزْرَعُونَ مِنْ مَائِهَا قَالَ أَخْبِرُونِي عَنْ نَبِيِّ الْأُمِّيِّينَ مَا فَعَلَ قَالُوا قَدْ خَرَجَ مِنْ مَكَّةَ وَنَزَلَ يَثْرِبَ قَالَ أَقَاتَلَهُ الْعَرَبُ قُلْنَا نَعَمْ قَالَ كَيْفَ صَنَعَ بِهِمْ فَأَخْبَرْنَاهُ أَنَّهُ قَدْ ظَهَرَ عَلَى مَنْ يَلِيهِ مِنْ الْعَرَبِ وَأَطَاعُوهُ قَالَ لَهُمْ قَدْ كَانَ ذَلِكَ قُلْنَا نَعَمْ قَالَ أَمَا إِنَّ ذَاكَ خَيْرٌ لَهُمْ أَنْ يُطِيعُوهُ وَإِنِّي مُخْبِرُكُمْ عَنِّي إِنِّي أَنَا الْمَسِيحُ وَإِنِّي أُوشِكُ أَنْ يُؤْذَنَ لِي فِي الْخُرُوجِ فَأَخْرُجَ فَأَسِيرَ فِي الْأَرْضِ فَلَا أَدَعَ قَرْيَةً إِلَّا هَبَطْتُهَا فِي أَرْبَعِينَ لَيْلَةً غَيْرَ مَكَّةَ وَطَيْبَةَ فَهُمَا مُحَرَّمَتَانِ عَلَيَّ كِلْتَاهُمَا كُلَّمَا أَرَدْتُ أَنْ أَدْخُلَ وَاحِدَةً أَوْ وَاحِدًا مِنْهُمَا اسْتَقْبَلَنِي مَلَكٌ بِيَدِهِ السَّيْفُ صَلْتًا يَصُدُّنِي عَنْهَا وَإِنَّ عَلَى كُلِّ نَقْبٍ مِنْهَا مَلَائِكَةً يَحْرُسُونَهَا قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَطَعَنَ بِمِخْصَرَتِهِ فِي الْمِنْبَرِ هَذِهِ طَيْبَةُ هَذِهِ طَيْبَةُ هَذِهِ طَيْبَةُ يَعْنِي الْمَدِينَةَ أَلَا هَلْ كُنْتُ حَدَّثْتُكُمْ ذَلِكَ فَقَالَ النَّاسُ نَعَمْ فَإِنَّهُ أَعْجَبَنِي حَدِيثُ تَمِيمٍ أَنَّهُ وَافَقَ الَّذِي كُنْتُ أُحَدِّثُكُمْ عَنْهُ وَعَنْ الْمَدِينَةِ وَمَكَّةَ

“Sesungguhnya demi Alloh, tidaklah aku kumpulkan kalian untuk sesuatu yang menggembirakan atau menakutkan kalian, namun aku kumpulkan kalian karena Tamim Addari.”
“Dahulu ia seorang nasrani yang kemudian datang berbaiat (memberikan sumpah setia) dan masuk islam serta mengabariku sebuah kisah yang kisah itu sesuai dengan apa yang pernah aku kisahkan kepada kalian tentang Al-Masih Ad-Dajjal.”

Ia memberitakan bahwa ia naik kapal bersama 30 orang dari kabilah Lakhm dan Judzam. Ditengah perjalanan, mereka dipermainkan badai ombak hingga berada di tengah laut selama satu bulan sampai mereka terdampar di sebuah pulau di tengah lautan tersebut saat tenggelam matahari merekapun duduk di perahu-perahu kecil. Mereka pun memasuki pulau tersebut hingga menjumpai binatang yang berambut sangat lebat dan kaku hingga mereka tidak tahu mana kubul mana dubur karena demikian lebat bulunya.”

Merekapun berkata: “Celaka, kamu ini apa?
ia menjawab: “Aku adalah al-jassasah .”
Merka mengatakan: “Apakah al jasasah itu ?.
Ia berkata: “Wahai kaum pergilah klian kepada seorang lelaki yang ada dalam rumah ibadah itu sesungguhnya ia sangat merindukan berita kalian!”

Berkata Tamim: “Ketika dia menyebutkan untuk kami seorang laki-laki, kami menjadi khawatir kalau-kalau binatang itu ternyata setan. Kamipun bergerak menuju kepadanya dengan cepat sehingga kami masuk ke tempat ibadah itu.”
“Ternyata didalamnya ada orang yang paling besar yang pernah kami lihat, dan paling kuat ikatannya. Kedua tangannya terikat dengan leher, antara dua lutut dan dua mata kaki terikat dengan besi.”
Kami katakana kepadanya: “Celaka, kamu ini apa?”
Ia menjawab: “Kalian telah mampu mengetahui tentang aku, maka beritakan kepadaku siapa kalian ini

Rombongan Tamim menjawab: “Kami ini orang-orang Arab kami menaiki kapal ternyata kami bertepatan mendapati laut sedang bergelombang luar biasa sehingga kami dipermainkan ombak selama satu bulan sampai hingga terdampar di pulamu ini. Kamipun naik perahu-perahu kecil memasuki pula ini dan bertemu dengan binatang yang sangat lebat dan kaku rambutnya tidak diketahui mana kubul dan mana dubur karena lebat rambutnya.
Kamipun mengatakan: “Celaka kamu, kamu ini apa?”
Ia menjawab: Aku adalah jasasah.

Kamipun bertanya: Apa itu Jassasah, Ia malah berkata: Wahai kaum pergilah kalian kepada laki-laki yang ada dalam rumah ibadah itu sesungguhnya ia sangat merindukan berita kalian.”
Kami pun segera menuju kepadamu, kami khawatir kalau binatang itu ternyatra setan
Lalu orang itu mengatakan: “Kabarkan kepadaku tentang pohon-pohon korma di Baisan
Kami mengatakan: Tentang apa engkau meminta beritanya ?”
Dia berkata: “Aku bertanya kepada kalian tentang pohon korma apakah masih berbuah.”
Kami menjawab: iya

Ia mengatakan: “Sesungguhnya hampir hampir dia tidak akan mengeluarkann buahnya.”
“Kabarkan pula kepadaku tentang danau Thobariyah ?” tanya orang ini.
Kami menjawab: “Tentang apa engkau meminta beritanya?”
“Apakah masih ada airnya, jawabnya.
Mereka menjawab: Danau itu banyak airnya
Dia mengatakan: Sesungguhnya hampir-hampir air akan hilang.
Kabarkan kepadaku tentang mata air Zughor
Mereka mengatakan: Tentang apa kamu minta berita?
Apakah di mata air itu masih ada airnya? Dan apakah penduduk masih bertani dengan airnya? Jawab Dajjal

Kami menjawab: “Iya, mata air itu deras airnya dan penduduk bertani dengannya.”
Ia berkata: “Kabarkan kepadaku tentang nabi ummiyyin apa yang dia lakuakan ?”
Mereka menjawab: “Ia telah muncul dari Makkah dan tinggal di Yatsrib.”
Ia mengatakan: “Apakah orang-orang arab memeranginya?”
Kami menjawab: “Ya.”
Ia mengatakan lagi: “Apa yang ia lakukan terhadap orang-orang Arab.”
Maka kami beritakan bahwa ia telah menang atas orang-orang arab dan mereka taat kepadanya
Ia mengatakan: “Itu sudah terjadi?”
Kami katakan: “Ya.”
Ia mengatakan: “Sesungguhnya baik mereka untuk taat kepadanya.”

“Sekarang aku akan beritakan kepada kalian tentang aku: “Sesungguhnya aku adalah Al-Masih dan hampir-hampir aku diberi izin untuk keluar, hingga aku keluar lalu berjalan di bumi dan tidak kutinggalkan satu negeripun kecuali aku akan turun padanya dalam waktu 40 malam kecuali Mekah dan Thaybah, keduanya haram bagiku. Setiap kali aku akan masuk pada salah satu kota ini, malaikat menghadangku dengan pedang terhunus di tangan menghalangiku darinya dan sesungguhnya pada tiap celah ada para malaikat yang menjaganya.

Fatimah mengatakan: Maka Rasulullah saw bersabda dengan menusukkan tongkat di mimbar sambil mengatakan: “Inilah Thaiybah, Inilah Thaiybah, Inilah Thaiybah, yakni Kota Madinah.”
Apakah aku telah beritahukan kalian tentang hal itu ?

Orang-orang menjawab: Iya

Nabi berkata: Sesungguhnya cerita Tamim menakjubkanku, kisahnya sesuai dengan apa yang aku ceritakan kepada kalian tentang Dajjal serta tentang mekah dan madinah.
Kemudian beliau bersabda:

أَلَا إِنَّهُ فِي بَحْرِ الشَّأْمِ أَوْ بَحْرِ الْيَمَنِ لَا بَلْ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ مَا هُوَ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ مَا هُوَ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ مَا هُوَ وَأَوْمَأَ بِيَدِهِ إِلَى الْمَشْرِقِ

Ketahuilah bahwa ia berada di lautan Syam atau lautan Yaman,” Oh, tidak! Bahkan dari arah timur! Tidak Dia dari arah timur, Tidak Dia dari arah timur dan beliau mengisyaratkan dengan tangan ke arah timur.

Hadits Jassasah diriwayatkan Imam Muslim dalam Shahihnya Kitabul Fitan Wa Asyrotis Sa’ah. bab Qishoshul Jassasah (4/2261 no. 2942).

Kisah nyata Bertemu Dajjal di atas semoga buat kita semakin kuat iman islam nya agar kita nanti tidak terpengaruh sama dajjal di akhir zaman.

Minggu, 03 Desember 2017

Cara Didik Anak Yang Benar Menurut Islam

Ngalir.com, Wajib tahu ini dia cara didik anak yang benar menurut islam, orang tua wajib baca ini karena mendidik anak itu hal wajib agar masa depan anak juga bermanfaat untuk dunia dan akhirat.



 "JANGAN KAU DIDIK ANAK-ANAKMU DAN KELUARGAMU DENGAN CINTA DUNIA"

*Nasehat Imam Al-Haddad di dalam kitab Risalatul Muawanah.. "Jangan kau didik anak dan keluargamu dengan cinta dunia",

ketika zaman sekarang, orang tua apabila bertanya kepada anaknya, "Cita-citanya jadi apa nak?"
Pasti jawabannya cita-cita pada hal dunia, ada yang jawab jadi pilot, dokter dan lain sebagainya.
Itu semua bagus, cuma tidak ditanamkan juga sedari dini untuk cita-cita kebahagian akhirat, padahal yang bikin selamat dan bahagia orangtuanya kelak adalah lewat cita-cita kebahagian akhirat anak-anaknya.

Dikisahkan bahwasannya Al Habib Hasan Asy-syatiri kakak kandung habib Salim Asy-syatiri, beliau ditanya oleh ayahanda beliau Al-Imam Al-Qutub Al-Habib Abdullah bin Umar Asy-Syatiri

"Wahai Hasan apa cita-citamu?"
Beliau, Al-Habib Hasan menjawab

" Ingin menjadi sepertimu wahai ayah.."
Coba lihat apa jawabannya ayahanda Habib hasan

"Jangan menjadi seperti saya, tapi lebih tinggi lagi, seperti Al-Habib Abdurrahman Assegaf dan yang tinggi lainnya.."
Subhanallah..

Padahal ayahanda Habib Hasan adalah syaikhul Islam, ulama' yang besar dan aulia' ALLAH, muridnya yang tertulis saja ada sekitar 13 ribu yang menyebar di seluruh penjuru dunia, ayahanda beliau pun ingin Habib Hasan memiliki cita-cita yang sangat tinggi untuk urusan kebahagian akhirat.
Semoga dengan kisah ini kita dapat berkahnya mereka dan berbahagia di dunia sampai akhirat kelak bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam.

Nah itu dia orang tua wajib tahu begitulah cara didik anak yang benar semoga seluruh orang tua di dunia mempraktekan nasihat di atas.

Jumat, 01 Desember 2017

Wajib Tau Ini Dia Susunan Acara Reoni 212

Ngalir.com, Reuni 212 Ini bukan hanya tentang kita dan Indonesia, tapi ini semua lebih dari itu, ini tentang syiar Islam. Ini tentang persatuan kaum Muslim yang merindukan kebangkitan, Hadir dan bergabunglah bersama orang-orang salih, di acara reuni 212, syiar persatuan Islam, dan kecintaan kita akan Al-Qur'an, datang dengan imanmu.

Makna 212 Sesuai Niat Seseorang cenderung mengukur dengan apa yang menjadi paling penting baginya, bahasa nubuwwahnya, "Innamal a'malu bi niyyat", segala hal tergantung niatnya
Bagi mereka yang dunia paling penting baginya, saat berjumpa orang lain selalu membandingkan kekayaan, rumah, kendaraan, usaha, atau bahkan banyaknya anak mereka.


Mereka yang wanita adalah segalanya, bicara poligami saat berjumpa, walau kesemuanya jomblo tanpa asa. Bicara tentang memilih wanita, apa daya tiada yang suka,Mereka yang Islam paling penting baginya, kala berjumpa pasti karena Allah, berlisan tentang Islam, berbagi capaian dakwah, berdebatpun masih dalam wacana Islam.


Apa yang paling penting bagimu, itulah pembicaraanmu, dari situ semuanya diukur, dari situ semuanya ditera, dari situ pula engkau akan memandang orang lainnya, Maka bila ada yang menuding aksimu pasti lari ke politik, ya itulah politiknya, dia yang sedang berpolitik, politik fitnah dan adu domba, black propaganda ,Jika ada yang menuduh aksimu pasti didanai, diberi iming-iming liburan ke monas, maka kita bisa tahu pola pikirnya, bahwa dia pikir semua manusia seperi dia, money-driven.


Jangan kesal. Okelah, kesal sedikit tak mengapa. Harusnya kita malah kasihan, sebab mereka tak diberi Allah sebagaimana Allah beri kepadamu, kecintaan pada Islam , Mereka takkan paham dan percaya, bahwa ada yang ikhlas menjual kendaraan demi membiayai diri dan keluarganya hadir di aksi bela Islam, sekedar jadi saksi saja , Mereka tak diberi kenikmatan berkorban di jalan Allah, hingga tak kan pernah bisa menyangka, ada yang terbang belasan jam hanya untuk hadir di perhelatan besar ummat.


Mereka akan tetap nyinyir sebab mereka justru tak suka ada jutaan orang yang mendapat hidayah dari aksi bela Islam, sebab itu berbahaya bagi dagangan kedzaliman mereka, Satu yang kita lihat, mereka bukan bagian dari ummat, sebab tak paham yang kita rasa, tak tahu yang kita inginkan, tak berbagi kecintaan terhadap agama yang kita junjung, Mereka bisa melantangkan fitnah ini dan itu, menghambat reuni 212 dengan banyak tipu daya, tapi bagi kita satu alasan cukup mengalahkan semua itu, kami datang 212, KARENA ALLAH


SUSUNAN ACARA REUNI ALUMNI 212


Semoga yang bisa hadir di Reoni Alumni 212 Monas bisa berjalan dengan lancar tertib dan bersih. Jika anda ingin melihat video alumni 212 bisa kunjungi website www.savemp3ku.com terimakasih.

Sabtu, 21 Oktober 2017

Surat Untuk Yahya Cholil Staquf PBNU Terkait Sindiran Untuk Habib Umar bin Hafidz

Ngalir.com, Sempat geger status Yahya Cholil Staquf orang PBNU beliau menulis status dengan bahasa jawa halus menurut masyarakat dunia maya beliau menyindir guru mulis Habib Uamr bin Hafidz dengan kegegeran ini ada surat dari RABITHAH ALAWIYAH UNTUK RAIS AAM PBNU mari simak surat dibawah ini :






SURAT DARI RABITHAH ALAWIYAH UNTUK RAIS AAM PBNU

Ini surat dari ketua umum Rabithah Alawiyah Hb. Zen b sumaith untuk Kh. Ma'ruf Amin mengenai tulisan Yahya cholil staquf.... Yg melecehkan hb. Umar bin Hafidh.

Yth. KH Dr Ma'ruf Amin. Rois Aam Syuriah Nahdhatul Ulama. Semoga Pak kyai selalu berada dlm lindungan Allah SWT.

Sebenarnya kami mengharap bertemu Pak kyai pada acara ijtima Ulama, yg diadakan oleh Majlis Muwasolah, NU dan Rabithah Alawiyah hari selasa yg lalu. Tetapi rupanya Pak Kyai berhalangan krn ada tugas ke Taiwan.

Alhamdulillah acara tsb berjalan baik dan NU diwakili oleh Pak Sekjen Dr Helmi Faisal dan juga hadir para kyai dan mudir ma'had dari NU.

Satu hari setelah ijtima ulama ini, yg kita adakan bersama, kami dikejutkan dgn tulisan katib Aam Syuriah, sdr Yahya Cholil Staquf yg isinya mengarah kpd salah satu guru habaib yg sangat dihormati yaitu Alhabib Umar bin Hafidz. Kalimat yg ditulis, menurut kami betul2 melecehkan, walaupun ditulis dgn bhs Jawa yg halus. Rasanya kami tdk percaya tulisan demikian ditulis oleh seorang katib Aam syuriah dibawah Pak Kyai.

Sebagaimana diketahui, kita bersama berusaha merekatkan hubungan NU dgn para habaib, yg sejak zaman kelahiran NU dahulu mempunyai hubungan khusus, akan dirusak oleh seorang Yahya, yg pastinya tdk mencerminkan ahlak seorang kyai, sangat2 disayangkan. Alfaqir juga sbg salah satu mustasyar NU, menerima pesan dari beberapa orang termasuk kyai NU yg marah dan meminta maaf atas tulisan sdr Yahya ini.

Alfaqir berdoa semoga sdr Yahya ini diberi kebersihan hati dan dihilangkan sifat yg kurang baik, yg dapat menjadikan su' dhon kpd ulama maupun kpd saudara muslim yg lain.

Allahumma arina haqqa haqqan warzugna tiba'ah, wa arina batila batilan warzugna tinabah.
(Zen bin Sumaith / Rabithah Alawiyah)

Itulah tanggapan RABITHAH ALAWIYAH UNTUK RAIS AAM PBNU terkait status Yahya Cholil NU yang menyindir Habib Umar bin Hafidz.

Terungkap Tujuan Habib Umar bin Hafidz ke Indonesia

 Ngalir.com, Tujuan Mengapa Habib Umar bin Hafidz ke Indonesia ternyata ini alasan nya di tulis di fanspage akun Alhabib Quraisy Baharun mari kita simak.

Habib Uamr bin Hafidz


SEBERAPA SERINGKAH HABIB UMAR BIN HAFIDZ DATANG KE INDONESIA?

Satu tahun sekali! yakni setiap bulan MUHARROM, karena pada bulan itu di Cidodol (Jakarta Selatan), diselenggarakan Haul Imam Fachrul Wujud (SYEIKH ABU BAKAR BIN SALIM).
Syeikh Abu Bakar bin Salim adalah leluhur Habib Umar bin Hafidz.

Jadi sangatlah wajar apabila beliau antusias hadir pada acara haul leluhurnya. Apalagi acara ini cuma setahun sekali!

LALU, KENAPA HABIB UMAR DATANG KE INDONESIA SEDANGKAN DI YAMAN SAJA SEDANG BERGOLAK. BUKANKAH DISANA LEBIH MEMBUTUHKAN SOSOK BELIAU?

Dahulu sebelum Habib Umar 'tenar', beliau terlihat cukup intens menyambangi Indonesia, mari kita lihat dulu apa latar belakangnya!

Beliau datang kesini (awalnya pada tahun 1994) karena diutus oleh guru beliau yaitu Al-Habib Abdul Qodir bin Ahmad Assegaf Jeddah, hal itu disebabkan oleh KELUHAN Habib Anis bin Alwi al-Habsyi seorang ulama dan tokoh asal Kota Solo / Surakarta atas keadaan para ALAWIYYIN di Indonesia yang mulai jauh dan lupa akan nilai-nilai ajaran para leluhurnya.

Sehingga Habib Umar pun ditugaskan untuk mengingatkan serta menggugah ghiroh (semangat atau rasa kepedulian) para Alawiyyin Indonesia.

Jadi jelas dari sini, bahwa tugas beliau adalah atas PERINTAH dari gurunya serta terbatas pada para Alawiyyin / Habaib saja. Namun pada perkembangannya ternyata dakwah beliau malah meningkat begitu pesat, serta diikuti dan digandrungi juga oleh para Muhibbin (non Alawiyyin) kaum muslimin bahkan non muslim di tanah air, yang cerdas tentu tak berani menyalahkan Habib Umarnya!

Hingga tahun-tahun itu mulai banyak dan terus bertambah santri-santri indonesia belajar ke Yaman.
Lagipula segawat apapun situasi di Yaman, apa salah beliau mengunjungi Indonesia?

Mari kita lihat tanggal 16 Oktober yang lalu, saat beliau menghadiri Majelis Al Muwasholah Baina Ulama Al Muslimin, dimana dalam acara tersebut dihadiri ulama-ulama yang ditokohkan oleh para ummat.

Bagi kita yang bukan siapa-siapa, tentu hanya bisa menyaksikan melalui live streaming, karena acara tersebut terbatas hanya untuk para Ulama.

Tapi coba perhatikan baik-baik ESENSI-nya! Apa yang Habib Umar sampaikan di hadapan para Ulama, salah satunya adalah tentang KERUGIAN melakukan Revolusi!

Bukankah baru-baru ini kita dengar di Indonesia ada isu gerakan revolusi?

Dan Habib Umar mengingatkan tentang hal itu! Bahwa revolusi yang dahulu juga pernah digalang oleh Ulama Yaman, justru akhirnya berbuah pahit dan membelenggu mereka serta 'membatasi' aktifitas dakwah para Ulama itu sendiri.

Itulah yang Habib Umar ingatkan kepada kita, bahwa apa yang pernah terjadi di Yaman (dan timur tengah) jangan sampai terjadi juga di Indonesia! Experience is the best teacher!

Pada akhirnya, meskipun kita hanya sebagai ummat (pengikut para Ulama), yang mungkin saja tidak diberikan "ijazah khusus" ataupun sanad Dakwah oleh Habib Umar, tapi ada baiknya kita ikut bertanggung jawab mengemban mandat dan amanat dari beliau, bahwa "Islam kita menyatukan, bukan memecah belah"

Oleh sebab itu, jangan mudah terprovokasi, sudah saatnya kita menjadi solusi, semoga Allah memberkahi!

Allohumma Shalli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala Aalihi wa Shohbihi Ajma'iin. Aamiin



Ternyata itu tujuan Habib Umar bin Hafidz selalu ke Indonesia semoga dengan danya artikel ini bisa membuka pikiran kita.




Kamis, 19 Oktober 2017

Strategi Anis Sandi Gubernur DKI Jakarta Melawan Reklamasi

Ngalir.com, Strategi Anis Sandi Gubernur Jakarta  melawan reklamasi polemik proyek reklamasi di Teluk Jakarta terus berlanjut. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menegaskan pihaknya masih berkomitmen menghentikan megaproyek tersebut.


Menurut Sandiaga, proyek tersebut tak transparan,  soal kajian kajian buat masyarakat tentang keberadaan pulau-pulau reklamasi. Salah satu yang dia soroti ialah klaim jikalau keberadaan pulau reklamasi akan menciptakan banyak lapangan kerja nyatanya tidak.

Sandi meragukan klaim pemerintah itu pasalnya hingga saat ini tak adanya kajian tentang banyaknya lapangan kerja yang akan tersedia bila banyak properti di atas pulau reklamasi dibawah ini tulisan seorang yang viral tentang Anis Dandi akan melawan reklamasi



Dari artikel di atas Anis Sandi Akan melawan reklamasi awal awal menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta semoga bisa terwujud.

Rabu, 18 Oktober 2017

Contoh Sifat Rasulullah di Kehidupan Sehari Hari

 Ngalir.com, Sifat Rasulullah Saat Kehidupan Sehari Hari ini bisa kita ikuti kalau kita pecinta Rasulullah SAW seenggak nya kita bisa ikuti mari baca di bawah ini :



DR. SAYYID MUHAMMAD BIN ALAWI AL MALIKI DALAM SALAH SATU KITABNYA MENULIS TENTANG BEBERAPA AKHLAK BAGINDA RASULULLOH MUHAMMAD SAW.

۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞

AKHLAK RASULULLOH MUHAMMAD SAW​. TERSEBUT ANTARA LAIN :

١. Baginda selalu diam.

٢. Berbicara ketika perlu.

٣. Perbicaraannya fasih, ringkas tetapi padat.

٤. Menghadapkan seluruh tubuhnya bila berbicara dengan seseorang.

٥. Hatinya selalu sedih (inginkan umat dalam kebaikan dan terlepas dari azab الله swt).

٦. Selalu menundukkan pandangan kerana tawaddu’.

٧. Berfikir terus-menerus.

٨. Menghargai nikmat sekecil apa pun tanpa memperlekehkannya.

٩. Tidak pernah mencela makanan. Apabila suka, Baginda akan makan. Jika tidak, ditinggalkannya tanpa mencelanya.

١٠ . Tidak pernah marah yang ada kaitan dengan urusan dunia.

١١ . Marah bukan kerana nafsu.

١٢ . Apabila kebenaran dipermainkan, Baginda akan bangkit untuk berusaha mempertahankannya.

١٣ . Apabila marah Baginda akan memalingkan muka.

١٤ . Apabila suka Baginda akan memejamkan mata.

١٥ . Tidak pernah berkata kotor, berbuat keji dan melampaui batas.

١٦ . Tidak pernah berteriak-teriak di pasar.

١٧ . Tidak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan. Malah Baginda memaafkan & berlapang dada.

١٨ . Tangan Baginda tidak pernah memukul selain untuk berjihad dijalan الله swt.

١٩ . Apabila menghadapi dua perkara Baginda memilih yang paling mudah selagi ia bukan dalam perkara ma'siat.
٢٠ . Di rumah, Baginda adalah manusia biasa yang membasuh pakaian, memerah susu & membuat sendiri segala keperluan diri.

٢١ . Ketika duduk atau pun berdiri, Baginda selalu berzikir.

٢٢ . Raut wajahnya selalu ceria, perangainya dapat dicontohi dengan mudah, lemah lembut & peramah.

٢٣ . Tidak pernah bersikap keras dan bertindak kasar, berteriak-teriak, lebih-lebih lagi mencela orang lain.

٢٤ . Tiga perkara yang dijauhi; perselisihan, bongkak & segala yang tidak diperlukan.

٢٥ . Tidak pernah mencela & memaki hamun orang lain.

٢٦ . Tidak pernah mencungkil rahasia orang lain.

٢٧ . Tidak pernah berbicara kecuali sesuatu yang menjanjikan pahala.

٢٨ . Perbicaraannya memukau sesiapa pun yang mendengarnya lalu terpegun seolah-olah ada burung melintas di atas kepala mereka.

٢٩ . Sesiapa yang melihat Baginda sepintas lalu akan merasa senang & hormat terhadapnya.

٣٠ . Sesiapa yang selalu bergaul & telah dekat mengenali Baginda, akan menyayanginya sepenuh jiwa raga.

٣١ . Baginda pasti memberi tempat kepada orang yang ingin duduk & tidak membedakan di kalangan mereka.

٣٢ . Sesiapa yang meminta sesuatu, pasti dipenuhinya atau jika sebaliknya ditolak dengan tutur kata yang lemah lembut.

٣٣ . Tangan Baginda selalu terbuka kepada sesiapa sahaja tanpa pilih kasih. Baginda adalah ayah bagi mereka semua.

٣٤ . Di mana pun Baginda berada, di situ terpancar cahaya ilmu, sikap malu & sabar serta amanah.

٣٥ . Tidak ada yang berani meninggikan suara di hadapan Baginda kerana kewibawaan Baginda.

٣٦ . Semua mengakui keutamaannya kerana ketaqwaannya ; menghormati orang tua, menyayangi
yang kecil, mengutamakan orang yang ada hajat, menjaga keperluan & kebajikan orang asing.

٣٧ . Tidak terus memotong percakapan orang lain. Jika ingin memotong, Baginda hentikan dahulu atau pun berdiri.

٣٨ . Paling berlapang dada.

٣٩ . Paling tepat dalam berbicara.

٤٠ . Paling halus keperibadiannya.

٤١ . Paling ramah & beradab dalam pergaulan & muamalahnya.

(Dipetik daripada Biografi Lengkap Rasulullah saw oleh Dr Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki).

Perbanyaklah Selawat pada Nabi...

اَللَّهُمَّ صَلِّ َعلى سيدنا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آِل سيدنا مُحَمَّد...DR. SAYYID MUHAMMAD BIN ALAWI AL MALIKI DALAM SALAH SATU KITABNYA MENULIS TENTANG BEBERAPA AKHLAK BAGINDA RASULULLOH MUHAMMAD SAW.

۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞
AKHLAK RASULULLOH MUHAMMAD SAW​. TERSEBUT ANTARA LAIN :

١. Baginda selalu diam.

٢. Berbicara ketika perlu.

٣. Perbicaraannya fasih, ringkas tetapi padat.

٤. Menghadapkan seluruh tubuhnya bila berbicara dengan seseorang.

٥. Hatinya selalu sedih (inginkan umat dalam kebaikan dan terlepas dari azab الله swt).

٦. Selalu menundukkan pandangan kerana tawaddu’.

٧. Berfikir terus-menerus.

٨. Menghargai nikmat sekecil apa pun tanpa memperlekehkannya.

٩. Tidak pernah mencela makanan. Apabila suka, Baginda akan makan. Jika tidak, ditinggalkannya tanpa mencelanya.

١٠ . Tidak pernah marah yang ada kaitan dengan urusan dunia.

١١ . Marah bukan kerana nafsu.

١٢ . Apabila kebenaran dipermainkan, Baginda akan bangkit untuk berusaha mempertahankannya.

١٣ . Apabila marah Baginda akan memalingkan muka.

١٤ . Apabila suka Baginda akan memejamkan mata.

١٥ . Tidak pernah berkata kotor, berbuat keji dan melampaui batas.

١٦ . Tidak pernah berteriak-teriak di pasar.

١٧ . Tidak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan. Malah Baginda memaafkan & berlapang dada.

١٨ . Tangan Baginda tidak pernah memukul selain untuk berjihad dijalan الله swt.

١٩ . Apabila menghadapi dua perkara Baginda memilih yang paling mudah selagi ia bukan dalam perkara ma'siat.

٢٠ . Di rumah, Baginda adalah manusia biasa yang membasuh pakaian, memerah susu & membuat sendiri segala keperluan diri.

٢١ . Ketika duduk atau pun berdiri, Baginda selalu berzikir.

٢٢ . Raut wajahnya selalu ceria, perangainya dapat dicontohi dengan mudah, lemah lembut & peramah.

٢٣ . Tidak pernah bersikap keras dan bertindak kasar, berteriak-teriak, lebih-lebih lagi mencela orang lain.

٢٤ . Tiga perkara yang dijauhi; perselisihan, bongkak & segala yang tidak diperlukan.

٢٥ . Tidak pernah mencela & memaki hamun orang lain.

٢٦ . Tidak pernah mencungkil rahasia orang lain.

٢٧ . Tidak pernah berbicara kecuali sesuatu yang menjanjikan pahala.

٢٨ . Perbicaraannya memukau sesiapa pun yang mendengarnya lalu terpegun seolah-olah ada burung melintas di atas kepala mereka.

٢٩ . Sesiapa yang melihat Baginda sepintas lalu akan merasa senang & hormat terhadapnya.

٣٠ . Sesiapa yang selalu bergaul & telah dekat mengenali Baginda, akan menyayanginya sepenuh jiwa raga.

٣١ . Baginda pasti memberi tempat kepada orang yang ingin duduk & tidak membedakan di kalangan mereka.

٣٢ . Sesiapa yang meminta sesuatu, pasti dipenuhinya atau jika sebaliknya ditolak dengan tutur kata yang lemah lembut.

٣٣ . Tangan Baginda selalu terbuka kepada sesiapa sahaja tanpa pilih kasih. Baginda adalah ayah bagi mereka semua.

٣٤ . Di mana pun Baginda berada, di situ terpancar cahaya ilmu, sikap malu & sabar serta amanah.

٣٥ . Tidak ada yang berani meninggikan suara di hadapan Baginda kerana kewibawaan Baginda.

٣٦ . Semua mengakui keutamaannya kerana ketaqwaannya ; menghormati orang tua, menyayangi yang kecil, mengutamakan orang yang ada hajat, menjaga keperluan & kebajikan orang asing.

٣٧ . Tidak terus memotong percakapan orang lain. Jika ingin memotong, Baginda hentikan dahulu atau pun berdiri.

٣٨ . Paling berlapang dada.
٣٩ . Paling tepat dalam berbicara.
٤٠ . Paling halus keperibadiannya.
٤١ . Paling ramah & beradab dalam pergaulan & muamalahnya.

(Dipetik daripada Biografi Lengkap Rasulullah saw oleh Dr Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki).

Perbanyaklah Selawat pada Nabi...

اَللَّهُمَّ صَلِّ َعلى سيدنا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آِل سيدنا مُحَمَّد

Itulah Contoh Sifat Rasulullah saat Kehidupan sehari hari semoga bisa kita ikuti agar kita makin cinta sama rasulullah saw, semoga artikel ini bermanfaat.

Senin, 16 Oktober 2017

Yang Sering Sholawat Akan di Tolong Rasulullah SAW

 Ngalir.com, Sering Bersholawat Akan di Bantu Rasulullah Kelak kisah nyata di bawah ini akan membuat anda akan terus mengamalkan sholawat ke pada Rasulullah SAW. Kisah dari Habib Umar Bin Salim bin Hafidz :


Dikisahkan adanya seseorang yg melaksanakan trip dengan ayahnya dalam perjalannya tersebut ayahnya sakit serta mati dunia diperjalanan, yang bikin sianak ini heran dari kematian ayahnya, bahwasanya wajah ayahnya langsung berubah menjadi hitam kelam Maka sia anak semakin bertambah sedih atas musibah yang semakin besar ini ,Maka dia beranalogi "seandainya saya minta pertolongan kepada warga kampung yang adanya disekitar sini buat mengurus jenazah ayahku tapi saya malu buat memperlihatkan kepada mereka wajah ayahku yang menjadi hitam,
Dikarenakan stres yang mendera pikirannya dia pun mengantuk serta tertidur ditempat itu, tersebutkan dalam mimpinya Dia menatap seseorang manusia yang demikian putih, indah serta tampan,

Maka orang tersebut mendatangi ayahnya yang sedang terbaring jenazahnya lalu mengusap wajah orang tersebut tiba tiba wajah ayahnya yang tadi hitam berubah jadi bercahaya di dalam mimpinya
Maka sianak menanyakan siapa gerangan engkau yang mana dengan dikarenakan berkah engkau Allah ta'ala. mngangkat kesulitanku ini?,, tersebutkan dijawab "Aku Nabimu Muhammad "dahulu Ayahmu ialah orang yang banyak berbuat dosa serta kesalahan akan tapi selain itu dia banyak bersholawat kepadaku tersebutkan saya simpan ini,dan saya sehabis mengenali dia wafat saya meminta syafa'at. kpd Allah Swt serta Allah Ta'ala. mengizinkan saya buat membantu orang ini,, tersebutkan ketika terbangun dia dapati ayahnya sudah berubah menjadi putih serta dari ketika saat itu sianak senantiasa menyibukan pribadinya dengan sholawat serta salam pada Nabi Muhammad dalam tiap kondisi apapun,

dia berjumpa didengar dia ditinjau oleh beberapa para sholihin yang Berposisi dimekah,, itu ulama mekah menatap dia, dia menanyakan "aku senantiasa mlihat engkau senantiasa stiap masa setiap jalan baca sholawat ,, ketika tawaf engkau sibuk dengan sholawat,,bahkan saat sa'i. engkau sibuk degan sholawat,, apa engkau tak tahu apapun kecuali cuma sholawat saja??,,Maka disebut "sesungguh saya memiliki cerita tersendiri atas Sholawat Kepada Nabi Muhammad tersebutkan diapun menceritakan cerita sang ayahnya ini.

Demikianlah kisah sholawat kepada rasulullah saw di atas semoga apa yang di baca bisa kita ambil positifnya amin.