Minggu, 14 Januari 2018

Wajibkah Bertarikat dalam Islam

 Ngalir.com, bertarikat dalam islam apakah harus kita ikuti ini dia jawaban yang sempurna semoga dapat membantu anda.




Wajibkah Bertarikat ?
( Bagihan kelima )
.
Bagihan terpenting Tarekat diantaranya adalah Syaikhun Mursyidun شيخ مرشد dan kemudian Muridun Shodiqun مريد صادق .
Ketika ditanya apakah Murid itu , al habib Abdullah al Haddad menjawab :
“ Ketahuilah , Murid itu ialah seseorang yang keinginan sejatinya hanya terpusat kepada Allah dan Hari Akhir . Segenap usahanya baik lahir maupun batin ditujukan untuk kebahagiaan akhiratnya . Jika seorang Murid bertindak dengan benar serta beristiqamah maka dia telah melakukan perbuatan yang mulia .”
..
.
Bagi kita yang “ mengaku “ sebagai Murid Tarikat , sudahkah keadaan kita seperti yang al Habib Abdullah sebutkan ? Jika belum , maka sepertinya kita ini bukanlah Muridun Shodiqun ( murid yang penuh totalitas dalam perjalanan spritualnya ) .
.
.
Tidak sedikit diantara kita yang masuk kedalam Tarekat tidak benar-benar Lillahi Ta’ala . Kadang-kadang sedih juga mendengar jawaban dari sebuah pertanyaan :
“ Apa sebab Thariqah tuan begitu banyak pengikutnya dan ramai Haraqah serta kegiatannya ? “
Terdengar jawaban : “ Banyak yang masuk ke Thariqah kami karena sangat mujarrab untuk Jalbur Rizqi ( penglarisan ) “
.
.
Di sisi lain ada Syaikh Al Mursyid . Dia adalah yang menunjukkan jalan seorang Murid menuju Allah Ta’ala . Seorang Syaikh yang Mursyid , yang dapat menunjukkan jalan adalah yang mengajari Syari’at dan menuntun menuju hakekat . Dialah Syaikh Al Kamil ( Guru yang sempurna ) .
.
.
Di setiap jaman , dunia tidak pernah sepi dari para Syaikh yang Kamil . Hanya saja keberadaan mereka disembunyikan , tersamarkan dari kebanyakan orang , sebagaimana para Auliya’ .
Dalam Hadits qudtsi : “ sesungguhnya para Auliya’Ku itu ada di dalam “kubah-kubah” Ku , tidak akan mengenali mereka selain Diriku. “
.
.
Syaikh Ar Razi berkata :
“ Ketahuilah bahwa Syaikh al Mursyid itu senantiasa tersembunyi , tidak terdeteksi bahkan oleh para Auliya sekalipun , apalagi oleh orang awam . Dan tidak akan berhasil menemukannya kecuali orang-orang yang mempunyai mata batin yang tajam , bukan sekedar orang yang mahir dalam ilmu-ilmu Dhahir saja .
.
.
Sebab orang-orang yang sempurna itu disamarkan adalah karena minimnya totalitas para Murid yang meniti jalan Tarekat . Kebanyakan mereka menempuh Tarekat tanpa adanya ketulusan , keihlasan dan tercampur niat mereka dengan tujuan – tujuan yang salah beserta Hawa nafsu serta keinginan – keinginan rendahnya . “
.
.
Ketiadaan totalitas para Murid mengakibatkan mereka akan berlaku kurang sopan dihadapan Syaikh dan perbuatan semacam ini sangat berbahaya bagi kehidupan mereka , dunia akhirat .
Kerena itulah Allah menyembunyikan orang-orang pilihanNya supanya orang-orang kebanyakan tidak menerima konsekwensi ketidak adaban terhadap mereka .
.
.
Syaikh Tajuddin Al Utsmaniy dalam kitab Adabut Tarbiyyati Was Suluk menukil perkataan Ba’dhul Arifin :
“ Menyertai Syaikh صحبة الشيخ itu lebih afdhol dibanding dengan Dzikir , asalkan bersuhbah dengannya penuh dengan menjaga Adab dan haq-haqnya .
Karena jika tidak dengan Adab serta menepati haq-haqnya , bersuhbah dengan Syaikh akan lebih banyak mendatangkan kecelakaan daripada kemanfaatan “
.
.
Para Salafus Shalihin , mereka adalah kaum yang penuh dedikasi semenjak mereka meretas jalan suluknya hingga mencapai keparipurnaannya . Orang-orang unggulan seperti mereka mempunyai keadaan yang tidak biasa . Suluknya luar biasa . Khaliyah dan maqomat mereka luar biasa . Wushul serta keparipurnaan pun juga .
.
.
Sampai kemudian bagi mereka segala sesuatu dapat menjadi Syaikh al Mursyid bagi tarekat mereka . Dalam kitab Albahjatus Saniyyah , Syaikh Muhammad bin Abdullah Al Khoniy berkata :
“ Ketahuilah bahwa para Syaikh yang mampu mengantarkan menuju Allah Ta’ala sangatlah banyak , hanya saja yang sedikit itu adalah para Murid yang Shadiq ( total ) dalam ketarikatannya . Sesungguhnya Mursyid ( yang sesungguhnya ) adalah Allah Ta’ala , bukan yang lain .
.
Segala sesuaatu adalah perbuatan-perbuatanNya . Dalam hal ini manusia ataupun bukan sama saja .
Syaikh Muhyiddin Ibnu Arabiy dalam kitabnya Ruhul Quds berkkata :
.
.
“ Dan dari sekalian mahluk , termasuk menjadi Syaikh yang menuntunku didalam jalan Akhirat adalah sebuah Talang air yang aku lihat di sebuah rumah di kota Fez , yang mengucurkan air dari atap laksana Mizab ( talang emas ) di Ka’bah …
Diantara Hewan-Hewan yang menuntunku adalah Kuda , Kucing , Anjing , Harimau dan lain-lainnya . Aku tidak mampu menggambarkan keajaiban peribadahan mereka ( kepada Allah ) , , ,
dalam pengakuan Mereka bahwa aku ini pemilik mereka , tetap saja mereka mengkritikku dengan keras saat mereka melihatku tidak sempurna di dalam peribadahanku kepada Allah Ta’ala Tuhan mereka .
.
.
Seringkali karena kecemburuan yang sangat terhadap Agama , diantara mereka ada yang memarahiku disaat aku berlaku yang buruk dalam adabku kepada mereka . Mereka mencela ketuananku terhadap mereka sedangkan aku begitu buruk peribadahanku terhadap Allah Tuhan mereka …”
.
.
Syaikh Al Khoniy berkata : “ Lihatlah, bagaimana beliau tidak mensempitkan ke Syaikhan hanya kepada Bani Adam . Karena seseorang yang Shadiq didalam “ mencari “ Allah Ta’ala akan menemukan bahwa segala sesuatu dapat menjadi Syaikh Mursyid yang menuntunnya menuju jalan Allah Ta’ala .
.
.
Barang siapa yang tidak sungguh-sungguh dalam pencriannya itu maka dia tidak akan dapat sampai kepada Allah Ta’ala meskipn dia berguru kepada seribu Syaikh Mursyid sekalipun .
Tidakkah kalian lihat Baginda Nabi SAW adalah seorang Mursyid paling sempurna , maka satu kaum yang mempercai beliau dengan sungguh-sungguh mereka dapat Wushul kepada Allah Ta’ala .
.
.
Sedangkan satu kaum yang mendustakan beliau , merekapun menjadi munafiq kemudian . Satu kaum yang lain berpaling dari beliau , mereka binasa kemudian.
Padahal Baginda Nabi SAW menyampaikan petunjuknya baik dengan ucapan / perbuatan kepada mereka semua . Hanya saja Allah Dzat yang memberikan hidayahNya kepada siapa yang Dia kehendaki kepada jalanNya yang lurus . Inilah makna ucapan Ba’dhus Salaf :
لله طرائق بعدد انفـاس الخلاءـق

“ Jalan menuju Allah banyak , sebanyak jumlah tubuh-tubuh para Mahluk “
.
.
Dan diantara yang sering diungkapkan sebagai ( pengganti wujudnya ) Syaikh al Mursyid , adalah Shalawat Nabi . Dan juga kalimat :
Syawari’ut Tarim شوارع التريم ( jalanan kota Tarem ) dalam riwayat yang lain سوق التريم ( Pasar kota Tarem ) adalah guru bagi seseorang yang tidak mempunyai guru شيخ من لا شيخ له . Tetapi nanti di bagihan selanjutnya saja Insyaalloh.
.
.
( Bersambung )

Kyai Madad Salim

Bertarikat dalam islam wajib apa ga jawaban seperti ini sudah di jawab artikel di atas semoga membantu.

Rabu, 10 Januari 2018

Keajaiban Karomah Haul Solo Habib Ali Al Habsyi Simtudduror

 Ngalir.com Keajaiban di Haul Habib Ali Al Habsyi Simtudduror Solo silahkan baca sampai habis pemaparan kisahnya di bawah ini.


KEAJAIBAN HAUL SOLO




Ada sesuatu yang khas bagi warga Solo jika Event Haul tiba. Hampir semua sudut Kota Solo mencicipi "rasa" itu. Mulai penuhnya hunian Hotel dari kelas bintang sampai kelas melati, bahkan kamar-kamar rumah warga sampai disulap menjadi Hotel tiban.
Berjubelnya pembeli di warung-warung, toko-toko dan kios-kios, padatnya jalur lalu lintas hingga jalan Slamet Riyadi terpaksa harus dibagi menjadi 2 jalur. Sampai mondar mandirnya para tukang becak dan polisi, hingga para pemungut sampah semua nya dapat "berkah" dari Event Tahunan Kota Solo.

Yang pasti, tak terhitung putaran uang hasil dari transaksi entah jual beli atau jasa yg beredar selama Event Haul.
Dan tentunya Semua orang yang terlibat dalam transaksi itu entah secara langsung atau tidak, merasa sangat diuntungkan.
Terlebih lagi Pemerintah Kota Solo yang tanpa promosi dan iklan sudah dapat mendatangkan puluhan ribu, bahkan bisa jadi ratusan ribu wisatawan dari luar kota, luar pulau bahkan luar negeri.

Tapi yang lebih dari itu semua, ada hal yg membuat saya selalu bertanya-tanya, yaitu antusiasme dari para tamu dari luar kota dan luar negeri.
Meski tidak sedikit biaya yg harus keluar, tapi tiap tahun bukan nya kapok, mrk justru mengajak teman dan family nya

Saat saya melihat orang-orang itu rela tidur bertumpuk jadi satu, hanya dengan alas yg tipis, di outdoor dlm kondisi cuaca yg tergolong dingin.
Bahkan banyak juga yg membawa anak-anak nya yg masih balita.

Sempat terlihat juga sepasang pasutri, yang kalo dilihat dari romantisme nya, bisa jadi belum lama menikah, atau paling tidak belum punya anak, krn biasanya mereka akan membawa serta anak-anak nya
Mereka berdua terlihat enjoy meski sang istri hanya beralaskan karpet, tidur dipangkuan sang suami.

Mereka semua mungkin tdk ada kelebihan uang untuk menginap dihotel yg nyaman, juga tdk punya kenalan untuk dijadikan rumah inap sementara.
Mereka cukup puas hanya tidur dijalan, dengan cuaca yg dingin dan sesekali hujan.
Namun semua itu tampak tidak jadi masalah buat mereka.

Kemudian saya coba bandingkan di kondisi yg sama dgn orang-orang yang rela tidur mengantri saat ada Launching product Apple terbaru, atau saat orang-orang yg tidak menghiraukan keselamatan jiwa nya berdesakan hanya untuk mendapatkan Smartphone branded dgn harga murah, atau yang mirip dengan itu.

Apa yg membedakan mereka , dan apa persamaan nya?
Mungkin jawaban saya salah, tapi saya menemukan satu jawaban yang sama yaitu "cinta/keterkaitan hati", apa sebabnya mereka semua rela berbuat spt itu?
Untuk orang-orang yang gila gadget, barang-barang itu sudah jadi gaya hidup mrk, hingga masuk ke "hati", yg tentunya layak untuk diperjuangkan.

Sedang orang-orang yang datang di acara Haul, mereka juga "cinta" terhadap acara itu, sedang cinta itu buta, apapun yang mendera dirinya, yang mungkin jika kita "lihat" sangat menyiksa, tapi semua tak "terlihat" oleh mereka, semua tertutup oleh "cinta" (mahabbah)

Lalu, pikiran realistis saya muncul kembali..
Bagaimana mereka bisa cinta, padahal tdk sedikit dari mereka ini adalah orang yg sangat awam, yg jika ditanya, siapa Habib Ali Habsyi (sohibul Haul)?
Maka bisa dipastikan mereka salah dlm menjawab, (saya pernah secara langsung melakukan riset dgn mewawancarai beberapa pendatang sebagai contoh saja)
Padahal kita tahu semua, timbulnya cinta adalah dari ma'rifah/tahu secara detail.

Bagaimana mereka bisa datang dengan begitu antusias tanpa tahu ini Event siapa?
Tidak mungkin mrk bersusah-susah, berkorban bukan hanya waktu dan biaya, tapi juga tenaga yang bagi saya orang Solo nya sendiri saja cukup lelah mengikuti acara demi acara Haul ini
Pasti ada sesuatu yang besar, yang bernilai lebih dari semua yg mereka keluarkan.

Dalam diri setiap muslim, sejatinya mereka punya "cahaya", yaitu cahaya iman, setiap org yg ada kalimat La ilaha illallah di dlm hati nya, dia memiliki "cahaya" itu, yaitu cahaya iman
Cahaya ini berbeda-beda tiap orang nya, ada yg cahaya nya sangat kecil, dan beberapa org tertentu, memiliki cahaya iman yg sangat besar.

Nah, jika ada pertemuan yg dihadiri umat muslim dalam jumlah yang banyak, maka cahaya itu berkumpul, yg mana masing-masing membawa cahaya nya, ada yang sebesar lilin, seterang lampu dan ada yg bersinar spt mercury,
saat cahaya itu menjadi satu, maka melebur dan rata, hingga org yang hanya memiliki cahaya yg minim, jika dia dapat "merasa", dia seakan memiliki cahaya yang sangat terang di dlm dirinya, dan tentunya "rasa" itu sangatlah nikmat dan tidak dapat digambarkan dengan apapun.

Rasa" inilah yg mungkin mereka dapatkan, yang tidak pernah dapat meraka rasakan dan temukan dimanapun, kecuali di tempat-tempat atau Event-event sejenis.
Dan mungkin "rasa" itu (salah satunya ) juga yg dirasakan oleh orang-orang yang Haji atau Umroh, hingga orang "kecanduan" untuk kembali kesana lagi, tentunya untuk kasus Haji atau Umroh itu hanya sebagian faktor saja, sebab faktor pendukung lainnya sangat banyak.

Dan "rasa" itulah juga, kenapa bagi kita warga Solo, khususnya wilayah Pasar Kliwon, merasa ada yg hilang, saat Event Haul ini berakhir, bukan karena selesainya acara, tapi karena kepulangan para tamu yg kurang lebih selama 2 hari sudah menghiasi pandangan mata kami.
Selama kurang lebih 2 hari, kota kami seakan seperti Mekkah atau Madinah, yang dipenuhi oleh lalu lalang orang-orang barbaju taqwa putih, dengan peci putih dan sarung.
Yang tentunya itu semua sangat berkesan pada suasana lingkungan kami.
Maka, begitu para tamu itu lenyap, lenyap pula nuansa itu dan kembali seperti sebelumnya.

Tapi kemudian saya mencoba realistis lagi.
Bagaimana dgn konser-konser, jumpa fans, atau reuni akbar yg Islami, dihadiri juga oleh ribuan umat Islam?
Apa beda nya dgn itu? Apakah yg hadir di acara-acara tersebut juga merasa kenikmatan yg sama?
Nah, disitulah peran "pemantik", jika pada acara konser muslim dan sejenisnya, cahaya yg dibawa oleh orang-orang yang datang tidak dinyalakan, maka tentunya "hati" mereka tidak dapat merasakan cahaya itu, meski berkumpul dlm jumlah yg besar sekalipun
Tapi Event Haul ini, Habib Ali Habsyi lah pemantiknya", cahaya yang mereka bawa sekecil apapun akan dinyalakan oleh Habib Ali Habsyi.

Jika diibaratkan "wadah" maka Habib Ali yg membuka wadah itu, dan Allah SWT dan Nabi SAW lah yang akan mengisinya
Jujur, "wadah" kita ini kotor dan bocor, hingga madad (pemberian ruhani) yang setiap hari disediakan oleh Allah SWT tak mampu kita tampung, atau jika kita sempat menampung nya, maka dalam sekejab cepat habis.

Haul Habib Ali Habsyi, khusus nya acara Maulid (menurut saya pribadi) adalah tempat dibaginya madad tadi, hingga kita yang datang dengan membawa wadah yang kotor setelah dibuka oleh Habib Ali, kemudian dikucuri "pemberian ruhani" oleh Allah SWT dan Nabi SAW, sadar atau tidak sadar, faham atau tidak faham, mau atau tidak mau
Koq bisa yg tidak mau juga dapat? Karena Allah SWT adalah Maha Pemberi, dan jika memberi tidak ada hitungan nya
Koq bisa Habib Ali yg membuka wadah?
Karena Beliau lah salah satu Pandangan Allah SWT dimuka bumi, maka orang-orang yang datang di acara nya, pasti mendapatkan pemberian NYA.

Itulah mungkin yang orang-orang dapatkan saat hadir di Event Haul ini, hingga mereka juga "ketagihan" rasa itu, dan datang tiap tahunnya meski harus berkorban apapun
Karena "madad" ini "mahal" dan tidak bernilai
Jika orang-orang yang mendapatkan keuntungan materi saja, sampai mengharap Haul ini 2 kali dlm setahun, karena mereka dapat keuntungan "dhohir" yang sangat besar (sebagai contoh parkir mobil aja 30rb sehari, padahal ada berapa ratus mobil)
Lalu bagaimana dengan orang-orang yang merasakan mendapat keuntungan batin yg besar?

Sebagai contoh saja.
Pada Qosidah awal saat Maulid, ada bacaan.

Allah Allah huu Allah Allah hu
Allah Allah huu Allah Allah hu
Robbi Faj'al na minal Akhyar

Setelah mengucapkan layak Allah, yang mana adalah salah satu "ismullahu la'dzom"
Kemudian berdoa, jadikanlah kami termasuk orang-orang yg baik.
Jika yang membaca kita, mungkin kata "na" (kami), kita niatkan untuk keluarga atau maksimal teman-teman dan orang-orang terdekat kita, tapi ada orang yg punya masyhad(cara pandang) lebih luas, "kami", mereka niatkan untuk semua yang hadir dari yg di dalam, di luar , penjualnya, tukang parkirnya, bahkan copet nya.
Dan masih ada yg masyhad nya lebih luas lagi daripada itu.
Lalu, apakah Allah SWT akan menolak doa itu?
Sedang Allah SWT sendiri yg menjanjikan pengabulan setiap doa.

Apalagi yang berdoa adalah ratusan ribu umat muslim.
Apalagi di acara seorang Wali yang berkedudukan Quthb,
Apalagi yang berdoa adalah orang-orang dari luar kota bahkan luar negeri, yang otomatis mereka adalah para musafir yang makbul doa nya,
Apalagi jika yang berdoa adalah kaum dhuafa
Apalagi yg berdoa adalah umat muslim yang tidak saling mengenal satu dengan lain nya, dan mereka berkumpul karena CINTA, dan Cinta mereka itu karena Allah SWT, Rasul Nya dan Wali NYA...

"Dari Mu’adz ra, bersabda Rasulullah: Allah berfirman : Orang yang saling mencintai karena-Ku pasti diberikan cinta-Ku, orang yang saling menyambung kekerabatannya karena-Ku pasti diberikan cintaKu dan orang yang saling menasehati karena-Ku pasti diberikan cintaKu serta orang yang saling berkorban karena-Ku pasti diberikan cinta-Ku. Orang-orang yang saling mencintai karena-Ku (nanti di akherat) berada di mimbar-mimbar dari cahaya". (HR Imam Ahmad dalam kitab al-Musnad dan dalam kitab Shahih Jami’ ash-Shaghir no. 4198).

SEMOGA KITA TERMASUK ORANG YANG DICINTAI ALLAH SWT, DICINTAI RASULULLAH SAW DAN DICINTAI PARA WALI NYA

***

Solo | Selasa, 21 Rabiul Akhir 1439 H/9 Januari 2018 M.
Apa yang Anda baca di atas adalah tulisan yang Alfaqir sadur dari status Al Habib Umar Zain Assegaf

 Haul Solo Habib Ali Al Habsyi Simtudduror sangat sangat berkah semoga kita bisa mengikuti di lain waktu dan mengambil berkahnya.

Jumat, 05 Januari 2018

Waktu Tidur Yang Baik dalam Islam

 Ngalir.com, Waktu tidur yang baik dalam islam adalah sesuai anjuran rasulullah saw apa saja itu mari simak artikel di bawah ini.


Kapan KITA harus TIDUR?

Imam Ali Karromalloohu Wajhah berkata: "Pecinta dunia adl orang yang tidur dalam keadaan kenyang, dan banyak tidur akan merusak jiwa dan membawa madharat".

Tidur Gaflah adalah tidur disaat acara2 keagamaan.

Tidur yang celaka adalah tidur disaat waktu sholat.

TIDUR QAILULAH adalah tidur sebelum zuhur sampai masuk waktu zuhur dan setelah sholat zuhur sampai waktu ashar. ini jenis tidur yg sunnah. tidur ini akan menghilangkan kemalasan, dan menguatkan daya ingat.

TIDUR GHAILULAH adalah tidur dipenghujung hari (menjelang tenggelamnya matahari) yang akan menyebabkan sakit, bahkan kematian.

TIDUR AILULAH adalah tidur antara terbitnya fajar shodiq dengan terbitnya matahari. tidur semacam ini sangat buruk dan tercela, serta menyebabkan kemiskinan dan kuningnya wajah.

TIDUR HAILULAH adalah tidur setelah zuhur atau waktu zuhur. karena ia pemisah antara zuhur dan sholat. disebut HAILULAH karena menunda-menunda sholat awal waktu adl perbuatan yang tidak terpuji, dan tidur diwaktu tersebut sangat buruk.

TIDUR TUKHSHAH adalah tidur setelah waktu isya'. Tidur semacam ini menyebabkan bertambahnya energi dan rizki yg berkah. Tidur setelah sholat isya' sampai pertengahan malam sebanding dengan tidur 3 jam mulai pertengahan malam sampai masuk waktu subuh.

TIDUR FAILULAH adalah tidur setelah terbit matahari yang akan berakibat kemalasan dan lemahnya daya ingat.

itulah waktu-waktu tidur berdasarkan riwayat.

Tidur yang baik dalam islam memang sudah di atur antara waktu dan posisi semoga kita bisa mengikuti contoh nya.

Kamis, 04 Januari 2018

Ustadz Abdus Shomad di Tuduh Syirik Karena Pakai Ini

 Ngalir.com, Ustadz Abdus Shomad Syirik karena pakai jimat telapak kaki rasulullah saw ini penjelasan nya.



KATANYA, USTAD ABDUS SHOMAD ADALAH MUSYRIK KARENA PAKAI ‘JIMAT’ !?

(Membendung Kebodohan Talafi Yang Di Pertontonkan)

✍ Oleh: Maher At-Thuwailibi

Rasulullah bersabda:
مَنْ عَلَّقَ تَمِيمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ

“Barangsiapa yang menggantungkan tamimah (jimat), maka ia telah berbuat syirik”.

(HR. Imam Ahmad)

“berdasarkan hadits ini, maka Ustad Abdus Shomad MUSYRIK, KAFIR, dll. Karena beliau pakai syal yang bergambarkan jimat”.
Begitu kata Talafi...

Demikianlah kalau ruwaibidhoh (kaum dungu) berkeliaran dimana-mana. main comot hadits lalu dengan seenaknya melabeli orang dengan sebutan kafir, syirik, dll. Padahal, ia tak tau kaidah takfir, tasyrik, dan tabdi’. wong gurunya saja GOGLE. ilmunya copas sana copas sini. kalau yang di copas benar, ilmiah, argumentatif, dan berkualitas; ya masih mending. Lha ini yang di copas tulisan-tulisan oplosan tak bermutu dari para liberalis berjubahkan “sunnah”. na’udzubillah tsumma na’udzubillah.

Kesesatan merajalela diantara penyebabnya karena tersebarnya kedunguan. orang dungu, harusnya belajar. bukan malah banyak bicara layaknya ulama dan imam besar. Jika bicara pada porsinya yaitu sesuai kapasitasnya, itu masih mending. kenyataanya justru tidak demikian. semua disalahkannya, semua di sesatkannya. tokoh-tokoh agama di hinanya. Sebenarnya SALAF mana yang jadi panutannya !!?? Talafi... Oh Talafi..

Dulu, Oemar Mita mereka tuduh ISIS. padahal, Ustad Oemar Mita sendiri tak sejalan dengan ISIS. Ustad Ja’far Shalih mereka tuduh takfiri, padahal semua Ulama yang dijadikan rujukan Ustad Ja’far Shalih dalam dakwah dan pengajarannya adalah Kibar Ulama yang mereka akui sebagai rujukan mereka. kemarin, Ustad Abdus Shomad dan Habib Rizieq Shihab berpegangan tangan, dituduh “GAY/HOMO”. Akhirnya, perempuan bercadar pendaku “salafy” itu di ciduk ummat islam di rumahnya sendiri dengan hina dan rendah sebagaimana salah satu tokoh mereka yang di ciduk kyai-kyai NU dan habaib dan berakhir dengan materai 6000.

Anehnya, mereka berkomentar bahwa kita hanya berani mempersekusi wanita. Unik bukan? Padahal, mereka sendiri mempersekusi wanita awam dengan materai 6000 hanya karena salah informasi tentang masjid mereka yang di demo masyarakat di bogor. gayanya di medsos bak singa garong, tapi ketika diciduk bagaikan singa ompong! sungguh memalukan dan standar ganda!

Sekarang, kecebong “nyunnah” (alias Talafi) ini bikin ulah lagi. lagi-lagi ulah “ayam sayur” kelas teri di sosial media yang penuh serba-serbi. tapi tidak mengapa kita tanggapi, hitung-hitung hiburan di malam jum’at yang berkah ini. Kata mereka, Ustad Abdus Shomad MUSYRIK karena mengenakan SYAL yang ada jimatnya. subhanallah.... saya semakin bangga keluar dari kelompok ini. keluar dari kelompok ini sama dengan keluar dari belenggu kebodohan dan kedunguan yang akut. walhamdulillah wa syukrulillah..

Ustad Abdus Shomad memakai SYAL yang bergambarkan bentuk sendal/alas kaki Rasulullah yang didalamnya bertuliskan kalimat-kalimat rajah/ruqyah dari al-quran dan do’a-do’a. Gambar tersebut (dan yang semacamnya) adalah simbol yang biasa digunakan oleh para haba-ib (habib-habib) yang bermaksud mengambil berkah dari ayat-ayat dan doa-doa itu. mereka menyebutnya “Tabarruk” (dan ini ada bab atau pembahasan panjang untuk mengkajinya secara khusus). tapi asalnya saya bukan termasuk orang yang hobi dengan yang begituan. namun Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya pernah menjelaskan tentang masalah ini.

Mengenai bentuk sendal, sebenarnya banyak ornamen-ornamen keislaman lainnya yang menggunakan bentuk sendal seperti itu; termasuk jam tangan, kopyah, bahkan jendela rumah. itu tergantung orangnya saja; terkait dengan minatnya terhadap seni. Rajah-rajah itu menjadi khurafat atau bahkan syirik jika yang ditulis bukan berdasarkan ayat-ayat Qur’an atau atsar Salafus Shalih. namun jika yang ditulis adalah ayat-ayat Qur'an atau do’a-do’a yang ma‘tsur, maka HUKUMNYA BOLEH. demikian pendapat Abdullah Bin Amr Bin Al-‘Ash dan Ummul Mukminin Aisyah Radhiyallahu’anha yang di ikuti Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah, dll. (demikian keterangan yang pernah saya dapati dari Fatwa Lajnah Da-imah Lil-Buhuts Ilmiyyah Wal Ifta‘)

Namun jika rajah-rajah itu bertuliskan huruf-huruf arab yang tidak jelas dan tak mengandung makna, penggalan ayat yang salah penempatan, atau kalimat Allah yang disejajarkan dengan sesuatu yang hina, ini jelas khurafat, sesat, bahkan bisa jadi SYIRIK. Intinya, tergantung bentuk dan isi rajah/jimatnya itu bagaimana; serta niat penggunanya. Apa yang tertulis pada SYAL Ustad Abdus Shomad in sya Allah bukanlah tulisan syirik. minimal, perlu kita kaji lebih lanjut. Anda yang jahil tak bisa bahasa arab dan tak bisa baca tulisan arab, lha kok orang lain yang dituduh syirik !? Anda waras ?

Betul, islam melarang kesyirikan. segala bentuk kekufuran (baik kufur ‘ubudiyyah maupun kufur hakimiyyah) adalah terlarang dalam islam dan bisa menyebabkan batalnya syahadat alias murtad. Allah mengampuni segala dosa tapi tak mengampuni dosa SYIRIK. syirik adalah dosa besar yang menggugurkan iman, tauhid, dan membatalkan syahadat ketuhanan seseorang. Ia merupakan perkara yang mudah di fahami oleh setiap individu muslim tanpa perlu perincian (alias ma’lumun bid dharuuroh).

ANGGAPLAH Ustad Abdus Shomad betul-betul memakai jimat. Kita anggaplah demikian. apakah beliau langsung dianggap Musyrik?

TENTU TIDAK. karena dalam pembahasan tauhid Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, terdapat perincian/tafshiil tentang masalah JIMAT. dia hukumi syirik ketika ADA TA’ALLUQ QALBI YAITU KETERGANTUNGAN DI DALAM HATINYA TERHADAP JIMAT ITU... atau dengan kata lain, ADANYA KEYAKINAN DIDALAM HATINYA BAHWA JIMAT ITU DAPAT MENDATANGKAN MANFAAT & DAPAT MENOLAK MADHOROT. jika hal itu terdapat dalam dadanya, maka ia SYIRIK AKBAR & KELUAR DARI AGAMA. Karena tidak ada yang dapat mendatangkan manfaat dan menolak madhorot kecuali ALLAH RABBUL ‘IZZAH WAL JALALAH. jika ia mengenakan jimat tanpa ta’alluq dan hanya sekedar akhdzul asbab (mengambil sebab), maka Allahu A’lam bis Showab dia terjatuh dalam kesalahan. Nah dalam hal ini, apakah bonglaf (kecebong nyalaf) itu tahu kalau Ustad Abdus Shomad memakai syal jimat dengan keyakinan demikian terhadap jimat tersebut ? Haasya Wa Kalla !

Terakhir. Liberalis-liberalis sok nyunnah itu berlagak membentuk opini bahwa Ustad Abdus Shomad adalah musyrik dengan membuat “kaidah” cocoklogi dari gambar sendal Rasulullah pada SYAL yang dikenakan nya. Jika kaidah cocoklogi itu dipakai, maka terlalu banyak simbol MATA SATU (SIMBOL DAJJAL) di kerajaan arab saudi, termasuk seragam yang dipakai polisi-polisi di arab saudi juga menggunakan simbol MATA SATU. Bagaimana sikap mereka jika saya mengatakan bahwa arab saudi adalah antek-antek Dajjal ??

#stop standar ganda
#stop fitnah ulama
#indonesia damai tanpa ‘kecebong nyunnah’

Nas-alullah Al-‘Aafiyah Wa Salaamah.

[ Pustaka At-Thuwailibi Channel ]

Apakah sekarang anda sudah mengerti masikah anda mengatakan Ustadz Abdus Shomad Musrik silahkan komentar.

Rabu, 03 Januari 2018

Jangan Nikahi Wanita ini Menurut Islam

 Ngalir.com, Jangan nikahi wanita perempuan ini menurut islam, dalam artikel ini di jelaskan perempuan mana yang tidak boleh kita nikahi.


JANGAN MAU MENIKAH DENGAN PEREMPUAN JOROK & PEMALAS MESKIPUN DIA CANTIK, BERHIJAB, DAN BERCADAR.




✍ Maaher At-Thuwailibi

Memiliki RASA MALAS berbeda dengan SIFAT MALAS. Ketika kita merasa malas mandi misalnya, memiliki rasa itu adalah hal yang wajar dan manusiawi karena sifatnya sementara dan biasanya terjadi karena suasana hati sedang tidak mood, dan itu sah-sah saja. Nah, yang bahaya adalah jika kita memiliki SIFAT MALAS. kenapa bahaya? karena sifat itu berarti sudah menjadi karakter yang mana pada awalnya karakter itu dibentuk dari KEBIASAAN yang terus diulang-ulang yang akhirnya menjadi sebuah sifat yang melekat pada diri kita.

Oleh karenanya, jangan pernah mau menikah dengan laki-laki yang MALAS shalat subuh. karena dapat di pastikan bahwa lelaki yang malas bangun pagi apalagi tidak shalat subuh berjamaah ke masjid (tanpa udzur) adalah laki-laki yang KERAS HATINYA & TIDAK BERTANGGUNG JAWAB. demikian pula, jangan mau menikah dengan wanita pemalas, karena biasanya wanita pemalas adalah wanita yang JOROK dan menjijikkan. Malas bagaikan sebuah mata rantai yang sambung menyambung dan mengikat kaki dan tangan manusia. Bila terus dibiasakan, maka ia akan menjadi orang yang tak berguna dalam keluarga dan masyarakat.

Pernahkah kita mencermati bahwa setiap kita belajar kitab-kitab Fiqih, bab pertama itu selalu diawali dengan bab THAHARAH (BERSUCI). kalau kita mau sedikit berfikir, kita akan memahami hal itu sebagai satu nilai yang menunjukkan bahwa islam adalah agama yang bersih dan suci. Agama yang mengajarkan konsep KEBERSIHAN/KESUCIAN kepada pemeluknya. setiap bentuk peribadatan mesti di dahului dengan yang namanya bersuci. Apakah berwudhu’, istinja’, atau mandi.
Subhanallah.......islam agama yang mengandung nilai yang tinggi. berbeda dengan agama-agama kaafir lainnya. Dulu, dosen saya di pascasarjana sampai menulis sebuah buku berjudul: “MASUK SURGA KARENA SAMPAH”. intinya, ia mengemukakan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan peduli dengan keadaan sekitar.

Guru kita yang mulia, Al-Ustad Farid Ahmad Okbah Hafizhahullah selalu berulang-ulang mengatakan bahwa mengukur kebersihan sesorang itu lihat dari kamar mandinya. Jika kamar mandinya bersih, maka orang itu pembersih. jika kamar mandinya kotor, maka orang itu adalah tipekal orang yang jorok. Bersih tidaknya kamar mandi, tergantung dari si pengguna atau pemilik kamar mandi itu; dia pembersih atau pemalas.

Pantaslah Rasulullah itu selalu berdo’a:

أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ

“Yaa Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ketidakberdayaan, SIFAT MALAS, pengecut, dan pikun”. (HR. Muslim no. 2706)

Siapa yang terbiasa malas, maka akan kehilangan kesempatan untuk istirahat. Padahal Allah telah membekali dirinya kekuatan untuk bergerak dan beraktifitas agar potensi tenaga dan kekuatan tersebut bisa dipergunakan dengan semestinya. Apabila tidak dimanfaatkan, maka keberadaan kekuatan pada seorang pemalas menjadi MANDUL dan tidak berguna, sebagaimana bila tidak dipergunakan untuk berpikir akan mengalami kebekuan dan tumpul. pantas, orang malas itu biasanya GOBLOK, TOLOL, BLO-ON, TELAT MIKIR, LOLA (LOADING LAMA), PELUPA, TIDAK PEDULI KEADAAN SEKITAR, DAN TIDAK PRODUKTIF. ternyata, diambil dari hadits-hadits Rasulullah dan ditinjau secara ilmiah berdasarkan riset/penelitian, bahwa goblok, tolol, bloon, telat mikir, lola, dan pelupa itu diantara faktor utama yang menyebabkannya adalah: SIFAT MALAS. benarlah kata pepatah, “Malas itu pangkal bodoh!”

Tidak ada hafizh qur’an yang pemalas. Dia menjadi hafizh qur’an, karena dia rajin membaca dan menghafal qur’an.

Tidak ada Ustad yang berilmu tinggi yang pemalas. Karena dia rajin belajar dan tekun membaca, maka dia menjadi cerdas dan berilmu.

Tidak ada orang-orang sukses yang pemalas. Rata-rata, orang-orang sukses itu karena ia rajin bekerja, banting tulang, sungguh-sungguh dalam meraih cita-cita setelah tawakkal kepada sang pencipta, dan tidak menyia-nyiakan waktu. Intinya, dia membunuh sifat MALAS. maka jadilah dia orang yang sukses.

Sifat malas, akan menjadikan seseorang itu GOBLOK. bukan hanya goblok tapi juga JOROK.
sifat malas melahirkan sifat-sifat buruk lainnya yang tanpa disadari akan membinasakan dirinya. tenang dalam kemalasan adalah awal kebinasaan. karena sejatinya, orang malas adalah orang yang dijauhkan Allah dari sifat RAHMAH & TANGGUNG JAWAB.

Karena wanita adalah madrasatul ula (pendidik utama bagi anak-anak dalam mahligai rumah tangga), maka menikahi perempuan jorok dan pemalas adalah musibah besar dalam sebuah kehidupan. jika sudah terlanjur menikahi wanita JOROK & PEMALAS, maka tugas anda sebagai suami untuk mendidiknya dan membentuknya menjadi wanita yang RAJIN, ULET, dan BERTANGGUNG JAWAB. semua itu hanya bisa dilakukan dengan satu solusi: MEMBANGUN KESADARAN DAN SABAR.

Namun jika anda belum menikah, maka waspadalah ! jangan tergiur dengan sekedar paras dan kecantikan, atau terpesona dengan cadar atau jilbabnya yang lebar. JANGAN! tidak sedikit wanita cantik, berhijab, atau bahkan bercadar; tapi JOROK DAN PEMALAS. jilbab, cadar, itu hanya kesing alias tampilan luar. pintar-pintarlah mencari istri. karena menikah adalah satu jalan ibadah kepada Allah dalam membangun cinta dan tanggung jawab yang akan dibawa sampai ke akhirat. bukan sekedar pelampiasan syahwat semata, nas-alullah al-‘aafiyah wa salaamah.

Jilbab yang lebar atau pakai cadar, itu bukan ukuran wanita shalihah. bukan... Sama sekali bukan. sama dengan laki-laki yang bergamis, berjubah, berjenggot, itu sama sekali BUKAN UKURAN dia berjiwa besar atau bertanggung jawab. konteks pembicaraan saya bukan dalam artian menafikan keutamaan bercadar, kewajiban menutup aurat dan melazimkan Sunnah. bukan ... tapi lebih kepada konteks bahwa penampilan fisik itu tidak menjamin ISI yang ada pada diri seseorang.

Disinilah terkadang kaum Liberal mengambil satu kesimpulan subjektif tentang wanita berjilbab dan bercadar. Mereka beranggapan bahwa jilbab dan cadar bukanlah standar moralitas seseorang. pada sisi ini memang benar asumsi itu jika kita melihat fakta kehidupan. Walau terkadang mereka kebabalasan dalam membangun persepsi sehingga terjatuh dalam keterpurukan berfikir sampai pada taraf mengingkari kewajiban hijab itu sendiri sebagai syariat yang ijma’.

Tidur habis subuh adalah AIB yang sangat buruk bagi seorang wanita. sedangkan tidak shalat subuh adalah AIB yang sangat buruk bagi seorang laki-laki. tidak bisa nyuci, tidak bisa membersihkan kamar mandi; tempat tidur; dapur; sampah di mana-mana; pakaian kotor yang tidak di cuci-cuci sampai berlumut dan tidak peduli dengan keadaan sekitar, adalah bersumber dari SIFAT MALAS. sedangkan sifat malas itu terbentuk dari pembiasaan. jika ia dibiasakan manja, maka akan menjadi PEMALAS. jika ia tidak dibiasakan manja, maka ia akan menjadi orang yang berkarakter dan penuh tanggung jawab.

Kekurangan yang bersifat manusiawi dan perlu di maklumi berbeda dengan kekurangan yang membawa madhorot dan dampak buruk yang tentu tidak bisa di tolerir. Semua bisa dirubah jika ada kemauan dan niat yang tulus. SIFAT MALAS bukanlah kekurangan manusiawi yang mesti di maklumi, tapi sifat tercela yang bisa dan harus di rubah. Sifat malas bisa membawa kita pada sebuah kegagalan dalam menjalani kehidupan ini. Lebih parah lagi sifat malas ini mempunyai pengaruh buruk terhadap kesehatan; baik FISIK maupun MENTAL. Jika Anda memiliki sifat malas, maka mulai dari sekarang Anda harus berhati-hati dan memperbaikii sifat anda tersebut secara perlahan, langkah demi langkah agar Anda menjadi seorang pribadi yang energic, percaya diri, memiliki motivasi hidup yang tinggi, dan sebagainya.

Allahul Musta’an.

Wanita yang tidak boleh di nikahi menurut islam sudah jelas pemaparan di atas semoga bermanfaat.

Senin, 01 Januari 2018

Penyebab Doa Tidak di Kabulkan Menurut Islam

 Ngalir.com, Penyebab doa kita tidak di kabulkan menurut islam ada banyak faktor doa kita tidak di kabulkan sama Allah SWT simak artikel dibawah ini semoga bermanfaat.



RISALAH KE-64 (KITAB FUTUHUL GHAIB)

Mengapa kamu marah kepada Allah lantaran doamu lambat diterima-Nya ? Kamu mengatakan bahwa kamu telah dilarang meminta kepada orang dan disuruh meminta kepada Allah saja. Kamu memohon kepada-Nya, tetapi Dia tidak memperkenankan permohonanmu.

Inilah jawabanku untukmu : “Apakah kamu seorang yang merdeka atau seorang budak ? Jika kamu mengatakan bahwa kamu itu seorang yang merdeka, maka itu menandakan bahwa kamu adalah seorang kafir.

Tetapi, jika kamu mengatakan bahwa kamu adalah budak, maka aku akan bertanya padamu,: ‘Apakah kamu akan menyalahkan tuanmu sendiri lantaran ia terlambat memenuhi permintaanmu, ragu tentang kebijaksanaan dan rahmatnya kepadamu dan kepada seluruh mahluk dan ragu tentang ilmunya yang mengetahui segala perkara ? Atau, apakah kamu tidak menyalahkan Allah ? Jika kamu tidak menyalahkan-Nya dan mengakui kebijaksanaan-Nya di dalam melambatkan penerimaan doamu itu, maka wajiblah kamu bersyukur kepada-Nya, karena Dia telah membuat peraturan yang sebaik-baiknya untukmu, memberikan faidah kepadamu dan menjauhkanmu dari mudharat.

Jika kamu menyalahkan Tuhan dalam hal ini, maka kamu adalah seorang yang kafir. Sebab, dengan menyalahkan-Nya itu berarti kamu menganggap Tuhan tidak adil, padahal Dia Maha Adil dan sekali-kali tidak dholim terhadap hamba-hamba-Nya. Mustahil jika Dia itu tidak adil. Maha Suci Dia dari sifat-sifat yang tercela. Ketahuilah, bahwa Dia itu adalah Tuhanmu yang memiliki segalanya. Dia mengawasi segalanya. Dia melakukan apa saja yang dikehendaki-Nya.

Oleh karena itu, istilah tidak adil dan dholim tidak berlaku bagi Allah. Orang yang dholim itu adalah orang yang mengganggu kepunyaan orang lain tanpa seijinnya. Mungkin kamu sendiri yang dholim, bukan Allah yang dholim. Maka, janganlah kamu menyalahkan-Nya dalam perbuatan-Nya yang tampak melalui kamu, walaupun itu tidak kamu sukai dan tidak sesuai dengan kehendakmu, dan meskipun pada lahirnya membahayakan kamu. Kamu wajib bersyukur, bersabar dan ridha dengan Allah.

Janganlah kamu merasa kesal dan menyalahkan Dia, karena mungkin hal itu akan memalingkan kamu dari jalan Allah. Kamu wajib selalu melakukan shalat dengan ikhlas, berbaik sangka terhadap Allah, percaya kepada janji-janji-Nya, men-tauhid-kan-Nya, menjauhi larangan-Nya, melaksanakan perintah-Nya dan bersikap seperti orang mati ketika Dia memanifestasikan takdir dan perbuatan-Nya terhadapmu. Jika hendak menyalahkan juga dan terpaksa berbuat demikian, maka salahkanlah dirimu sendiri yang berisikan iblis dan ingkar kepada Allah Yang Maha Kuasa.

Lebih baik kamu mengatakan bahwa diri kamu yang dholim dan bukan Allah yang dholim. Oleh karena itu, berhati-hatilah. Janganlah kamu benar-benar menuruti dirimu sendiri dan ridha dengan perbuatan dan perkataannya dalam semua keadaan, karena ia adalah musuh Allah dan musuh kamu. Ia adalah sahabat musuh Allah dan musuh kamu, yaitu setan yang dilaknat.

Takutlah kamu kepada Allah. Berwaspadalah dan berhati-hatilah. Larilah dari musuhmu ! Salahkanlah dirimu sendiri. Katakanlah bahwa dirimulah yang dholim itu. Dan katakanlah kepadanya ayat Allah ini : “Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman ?” (QS 4:147), dan ayat ini,: “(Akan dikatakan kepadanya), “Yang demikian itu, adalah disebabkan perbuatan yang dikerjakan oleh kedua tangan kamu dahulu dan sesungguhnya Allah sekali-kali bukanlah penganiaya hamba-hamba-Nya.”” (QS 22:10), dan ayat ini lagi,: “Sesungguhnya Allah tidak berbuat dholim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat dholim kepada diri mereka sendiri.” (QS 10:44).

Bacakanlah kepada dirimu ayat-ayat ini dan ayat-ayat lainnya yang berkenaan dengan hal ini, dan juga hadits Nabi SAW. : Perangilah dirimu sendiri karena Allah. Lawanlah dan bunuhlah dirimu itu. Jadilah tentara Allah dan panglima perang-Nya. Karena diri itu adalah musuh Allah yang paling besar di antara musuh-musuh-Nya. Allah berfirman kepada Daud yang kurang lebih maksudnya ialah : “Hai Daud, buanglah hawa nafsumu, karena tidak ada yang melawan-Ku dalam kepunyaan-Ku, melainkan hawa nafsu manusia.”

Doa tidak di kabulkan oleh allah kita harus intropeksi diri semoga artikel di atas bermanfaat dan janganlupa tetep kunjungi nice posting media paling joss se indonesia.

Kamis, 28 Desember 2017

Ketika di Remehkan Orang Lain ini Nasihat dalam Islam

 Ngalir.com, Meremehkan orang lain dalam islam perbuatan yang tidak baik dan allah tidak suka itu wajib baca nasihat dibawah ini.



"Jangan Menghina dan Meremehkan Orang Lain"

أَنَّ نَافِعَ بْنَ عَبْدِ الْحَارِثِ لَقِىَ عُمَرَ بِعُسْفَانَ وَكَانَ عُمَرُ يَسْتَعْمِلُهُ عَلَى مَكَّةَ فَقَالَ مَنِ اسْتَعْمَلْتَ عَلَى أَهْلِ الْوَادِى فَقَالَ ابْنَ أَبْزَى. قَالَ وَمَنِ ابْنُ أَبْزَى قَالَ مَوْلًى مِنْ مَوَالِينَا. قَالَ فَاسْتَخْلَفْتَ عَلَيْهِمْ مَوْلًى قَالَ إِنَّهُ قَارِئٌ لِكِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَإِنَّهُ عَالِمٌ بِالْفَرَائِضِ. قَالَ عُمَرُ أَمَا إِنَّ نَبِيَّكُمْ -صلى الله عليه وسلم- قَدْ قَالَ « إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ » (رواه مسلم)

Dari Nafi’ bin ‘Abdil Harits, ia pernah bertemu dengan ‘Umar di ‘Usfaan. ‘Umar memerintahkan Nafi’ untuk mengurus Makkah. Umar pun bertanya, “Siapakah yang mengurus penduduk Al Wadi?” “Ibnu Abza”, jawab Nafi’. Umar balik bertanya, “Siapakah Ibnu Abza?” “Ia adalah salah seorang bekas budak dari budak-budak kami”, jawab Nafi’. Umar pun berkata, “Kenapa bisa kalian menyuruh bekas budak untuk mengurus seperti itu?” Nafi’ menjawab, “Ia adalah seorang yang paham Kitabullah. Ia pun paham ilmu faroidh (hukum waris).” ‘Umar pun berkata bahwa sesungguhnya Nabi kalian -shallallahu ‘alaihi wa sallam- telah bersabda, “Sesungguhnya suatu kaum bisa dimuliakan oleh Allah lantaran kitab ini, sebaliknya bisa dihinakan pula karenanya.”
(HR. Muslim no. 817).

*Pelajaran yang terdapat dalam hadits di atas

1. Seorang mantan budak pun bisa jadi mulia dari yang lain karena ilmu.

2. Janganlah menghina dan meremehkan orang lain. Rasul menyampaikan wasiat ini, supaya tidak pernah menghina seorangpun termasuk kepada budak sekalipun.

3. Hadits tersebut berisi larangan melecehkan dan meremehkan orang lain. Dan sifat melecehkan dan meremehkan termasuk dalam kategori sombong.

*Tema hadits yang berkaitan dengan ayat Al-Qur'an

1. Ingatlah orang jadi mulia di sisi Allah dengan ilmu dan takwa. Jangan sampai orang lain diremehkan dan dipandang hina. Allah Ta’ala berfirman;

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۝

_“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”_ (QS. Al Mujadilah : 11)

2. Dalam surat Al Hujurat, Allah Ta’ala memberikan kita petunjuk dalam berakhlak yang baik;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۝

_“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.”_ [QS. Al Hujurat : 11]

Itulah nasihat baik jangan meremehkan orang lain dalam islam tidak di bolehkan.

Minggu, 24 Desember 2017

Doa Memindahkan Hujan dari Rasulullah SAW

 Ngalir.com, Amalan doa memindahkan hujan sesuai ajaran islam dan rasulullah saw, mari simak tulisan di bawah ini semoga bermanfaat.


AMALAN DO'A DARI NABI MUHAMMAD SHALALLAHU 'ALAIHI WASALLAM UNTUK MENGHENTIKAN & MEMINDAHKAN HUJAN

" اَللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا "

Ya Allah turunkanlah hujan di sekitar kami saja dan jangan turunkan kepada kami (HR. Al Bukhory).
Atau yang lebih lengkapnya ;

" اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالْآجَامِ وَالظِّرَابِ وَالْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ ".

Ya Allah turunkanlah hujan di sekitar kami saja dan jangan turunkan kepada kami. Ya Allah turunkanlah di atas bukit-bukit, gunung-gunung, bendungan air (danau), dataran tinggi, jurang-jurang yang dalam serta pada tempat-tempat tumbuhnya pepohonan (HR. Al Bukhory).

Do'a diatas dibaca ketika kita punya hajat agar tidak hujan di tempat kita, bukan dengan maksud menolak rezeki hujan, atau tidak rela dengan ketentuan Allah.

Hadits Selengkapnya:

" حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُنْذِرِ قَالَ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُبْنُ مُسْلِمٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو عَمْرٍو الْأَوْزَاعِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَأَصَابَتْ النَّاسَ سَنَةٌ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَبَيْنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ فِي يَوْمِ جُمُعَةٍ قَامَ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلَكَ الْمَالُ وَجَاعَ الْعِيَالُ فَادْعُ اللَّهَ لَنَا فَرَفَعَ يَدَيْهِ وَمَا نَرَى فِي السَّمَاءِ قَزَعَةً فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا وَضَعَهَا حَتَّى ثَارَ السَّحَابُ أَمْثَالَ الْجِبَالِ ثُمَّ لَمْ يَنْزِلْ عَنْ مِنْبَرِهِ حَتَّى رَأَيْتُ الْمَطَرَ يَتَحَادَرُعَلَى لِحْيَتِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمُطِرْنَايَوْمَنَا ذَلِكَ وَمِنْ الْغَدِ وَبَعْدَ الْغَدِ وَالَّذِي يَلِيهِ حَتَّى الْجُمُعَةِ الْأُخْرَى وَقَامَ ذَلِكَ الْأَعْرَابِيُّ أَوْ قَالَ غَيْرُهُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ تَهَدَّمَ الْبِنَاءُ وَغَرِقَ الْمَالُ فَادْعُ اللَّهَ لَنَا فَرَفَعَ يَدَيْهِ فَقَالَاللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا فَمَا يُشِيرُ بِيَدِهِ إِلَى نَاحِيَةٍ مِنْ السَّحَابِ إِلَّا انْفَرَجَتْ وَصَارَتْ الْمَدِينَةُ مِثْلَ الْجَوْبَةِ وَسَالَ الْوَادِي قَنَاةُ شَهْرًا وَلَمْ يَجِئْ أَحَدٌ مِنْ نَاحِيَةٍ إِلَّا حَدَّثَ ".

Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Al Mundzir berkata ; telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Muslim berkata ; Telah menceritakan kepada kami Abu 'Amru Al Auza'i berkata ; Telah menceritakan kepadaku Ishaq bin 'Abdullah bin Abu Thalhah dari Anas bin Malik berkata ;

"Pasa masa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam manusia tertimpa paceklik. Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sedang memberikan khutbah pada hari Jum'at, tiba-tiba ada seorang Arab badui berdiri dan berkata ; "Wahai Rasulullah, harta benda telah binasa dan telah terjadi kelaparan, maka berdo'alah kepada Allah untuk kami."

Beliau lalu mengangkat kedua telapak tangan berdo'a, dan saat itu kami tidak melihat sedikitpun ada awan di langit. Namun demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh beliau tidak menurunkan kedua tangannya kecuali gumpalan awan telah datang membumbung tinggi laksana pegunungan. Dan beliau belum turun dari mimbar hingga akhirnya aku melihat hujan turun membasahi jenggot beliau shallallahu 'alaihi wasallam. Maka pada hari itu, keesokan harinya dan lusa kami terus-terusan mendapatkan guyuran hujan dan hari-hari berikutnya hingga hari Jum'at berikutnya. Pada Jum'at berikut itulah orang Arab badui tersebut, atau orang yang lain berdiri seraya berkata ;

" Wahai Rasulullah, banyak bangunan yang roboh, harta benda tenggelam dan hanyut, maka berdo'alah kepada Allah untuk kami." Beliau lalu mengangkat kedua telapak tangannya dan berdoa:

" ALLAHUMMA HAWAALAINAA WA LAA 'ALAINAA " (Ya Allah, turunkanlah hujan di sekeliling kami dan jangan kepada kami) ".

Belum lagi beliau memberikan isyarat dengan tangannya kepada gumpalan awan, melainkan awan tersebut hilang seketika. Saat itu kota Madinah menjadi seperti danau dan aliran-aliran air, Madinah juga tidak mendapatkan sinar matahari selama satu bulan. Dan tidak seorang pun yang datang dari segala pelosok kota kecuali akan menceritakan tentang terjadinya hujan yang lebat tersebut." (HR. Al Bukhory).

Tata Caranya ; " Tawassul dulu kepada Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wasallam dan kepada para Auliya', dalam keadaan mempunyai wudhu', menghadap ke kiblat, dibaca sebanyak-banyaknya tanpa hitungan sampai hujan berhenti, Insya Allah cepat reda, kalau belum reda ditambahi adzan...

Wallahu'a'lam bisshawab...
Silahkan disebarkan, mungkin dari sebagian teman kita di luar tempat kita ada membutuhkan do'anya, dan semoga bermanfaat bagi semuanya... amin

Doa Agar di Mudahkan Haji, Umrah dan Ziarah

Perbanyak membaca doa ini;

اللهم صَل على محمد وعلى آل محمد،
يا رب وارزقني الحج والعمرة والزيارة في خير وعافية

Cara membacanya;

“Alloohumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad,
Ya Robb, warzuqni al-hajja, wal ‘umroh waz ziyaaroh fii khoirin wa ‘afiyah”.

Artinya;

Ya Allah curahkan shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad,
Ya Robb, berilah hamba rizki haji, umrah dan ziarah dalam kebaikan dan ‘afiyah.

Silahkan dibaca dengan yakin dan sungguh-sungguh terutama pada waktu, tempat dan saat mustajab. Insya Allah, Allah kabulkan.

Amalan doa memindahkan hujan menurut islam di atas semoga bermanfaat janganlupa tetap kunjungi web ngalir dan ambil ilmu bermanfaat disini.