Sabtu, 29 Juli 2017

Miris..Keadaan ISLAM dI Pedalaman PAPUA Mari Perjuangkan di dalam Negri dulu !!!

Kenapa Majelis Rasulullah saw diam tak perduli dengan palestina?, padahal majelis yang habib pimpin sangat besar dan bisa berbuat banyak untuk membantu Palestina?



Jawab : Keperdulian terhadap ummat merupakan bentuk iman. Namun saudaraku, jangan tertipu dengan media massa, media acapkali mengecoh muslimin untuk teralihkan perhatian. harta, pembenahan ummat yang sedang dilakukan di wilayah mereka, teralihkan ke wilayah yang jauh sehingga mereka lupa wilayahnya sendiri.

Palestina adalah suatu negeri yang sebagiannya muslimin dan selalu menjadi teror yahudi secara frontal, namun jangan lupa negeri kita sendiri sedang diteror habis - habisan jauh lebih dahsyat dari palestina, namun tidak terlihat.

Kita lihat saudara - saudara kita di Papua, Irian barat, mereka tak diberi izin untuk membangun musholla sekalipun, bahkan diantara kepala sukunya dicambuk dengan ikan pari yang terkenal berduri dan beracun, agar mau mencabut pernyataannya sebagaimana ia telah mengizinkan muslimin membangun musholla di wilayahnya.

Demikian pula di wilayah Kokoda di Papua, (2 hari perjalanan dari sorong dengan menggunakan perahu) non muslim dibagi - bagikan uang Rp. 1.000.000,- per kepala di saat natal, padahal wilayah muslimin sangat miskin sehingga mereka tak pernah kenal alas kaki dan listrik, mereka tak kenal shalat kecuali shalat jumat.
KH. Ahmad Baihaqi saat membawa santri beberapa orang dari wilayah itu, mereka baru dibelikan sandal di kota Sorong sebelum naik kapal laut, sebelumnya mereka tak pernah punya sandal apalagi sepatu, demikian susahnya keadaan saudara kita muslimin disana.

Ketika saya ke wilayah Bintuni Irian Barat, sekitar 300km dari Manokwari dengan perjalanan belasan jam melewati belantara irian yang sangat buruk keadaan jalannya, ketika saya sampai di Bintuni dengan sambutan yang hangat, salah seorang tokoh masyarakat berkata lirih diatas podium : “kami disini sangat sulit mengenal Islam, tidak ada ustaz dan guru dari pulau jawa yang mau datang ke wilayah kami mengajari Islam, karena kami dalam keadaan miskin, bahkan diantara kami dalam satu perkampungan tak ada yang shalat, karena tak ada yang mengajari kami shalat, kami hanya tahu sedikit ajaran Islam dari televisi, sedangkan tidak semua rumah punya televisi, dan kami dengar dari saudara - saudara kami yang punya televisi, bahwa di Jakarta orang orang muslimin menyumbangkan harta sebanyak - banyaknya ke Palestina, mereka lupa pada saudara - saudara mereka disini yang miskin dan susah, untuk membangun musholla pun sulit apalagi masjid, sedangkan non muslim terus membagi - bagikan uang dan bahkan rumah, untuk mereka yang mau keluar dari Islam..

Kami tidak mau menerima perpisahan dengan RI, karena kami tahu gerakan pemisahan itu dari non muslim, kami membela RI karena kami tahu RI dipimpin orang Islam, namun apa yang kami terima dari saudara kami muslimin..?” Inilah salah satu dari keluhan mereka.

Masyarakat muslimin sering terkecoh dengan media, media berbicara soal aliran sesat maka semua mereka konsentrasi pada aliran sesat, padahal tempat peribadatan non muslim setiap hari terus dibangun, puluhan bertambah setiap tahunnya di Jakarta, ribuan pemuda terjebak narkoba dan masa depan yang suram, ribuan wanita terus terjebak perzinahan dan aborsi hingga semakin banyaknya anak haram di Bumi ini, gerakan pemurtadan di ibukota sangat dahsyat, sampai ke pelosok - pelosok negeri ini yang terjauh. Mereka lupa dengan itu semua, mereka terus mengikuti apa saja yang disuguhkan di media massa.

Saudaraku, saudara - saudara kita di Palestina dalam musibah, mestilah kita doakan mereka dan tak selayaknya kita diam, namun keadaan negeri kita lebih parah dan terancam kehancuran, kehancuran akhlak, kehancuran ekonomi, kehancuran akidah, kehancuran generasi mendatang, dan layaknya kita jangan terjebak dengan terpecahnya konsentrasi.

Lihatlah ratusan caleg yang setiap dari mereka mengeluarkan uang sangat banyak demi pilkada, lihatlah puluhan parpol menghamburkan trilyunan rupiah, tujuan mereka satu, “ingin berkuasa”, itu saja tujuannya.
Duhai..., bukankah mereka calon pemimpin negeri ini..?, bagaimana sang para calon memimpin ini akan membawa kedamaian, kalau cara mereka memperebutkan kursi kekuasaan sudah menghamburkan trilyunan rupiah tanpa perduli pada muslimin yang lapar dan murtad sebab sebungkus indomi..., kita tak menyalahkan para caleg dan parpol itu, karena mereka pun butuh penjelasan dan penerangan, tentunya itu tanggungjawab kita pula untuk memberi penjelasan.

Saudaraku, kita berdoa untuk Palestina semoga diberikan pertolongan oleh Allah swt, demikian juga khususnya bangsa kita, dan kita terus berusaha membenahi saudara - saudara kita yang terdekat terlebih dahulu, dengan harta, pemikiran dan apapun yang bisa kita korbankan, salam perjuangan saudaraku.., semoga Allah swt menyatukan kita hingga selalu dalam kemuliaan dan keluhuran, amiin.

Artikel Terkait

Disini admin bertujuan untuk memberi informasi yang bermanfaat hanya di www.ngalir.com 


EmoticonEmoticon