Kamis, 12 Oktober 2017

Siapa Habib Umar bin Hafidz Wajib Tau

Ngalir.com, Siapa Habib Umar bin Hafidz, Habib Umar lahir di Kota Tarim, sesuatu kota yang populer dengan sebutan “Kota Seribu Wali”. Sebutan itu tidaklah mengada-ada bagi kota tertua di Negeri Hadramaut wilayah Yaman Selatan ini. Dari sinilah banyak bermunculan para auliya’, orang-orang shaleh, ulama yang ikhlas serta mengamalkan ilmunya ke seantero penjuru bumi. Mereka terdiri dari golongan kaum yang dekat dengan Allah.

Habib Umar bin Hafidz

 Salah satunya ialah Habib Umar bin Hafidz yang lahir di Tarim terhadap hari Senin, 4 Muharram 1388 H bertepatan dengan 27 Mei 1963 M, sebelum fajar. Beliau dibesarkan dalam lingkungan yang penuh dengan cahaya keilmuan yang diwarisi dari para keturunan suci serta mulia.

Di kota inilah beliau tumbuh dalam didikan keluarga yang penuh dengan keimanan, ketakwaan, ilmu serta akhlak yang luhur. Sedari kecil beliau ditanamkan nilai-nilai kebajikan yang bersumber dari Al-Qur’an serta sunah Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam. Beliau berkembang dalam lingkungan Ahlussunnah wal jama’ah, yang bermadzhabkan Syafi’i dengan Thariqah Bani Alawi, sebagaimana para leluhurnya yang sholeh. Guru pertama beliau tidak lain ialah ayahnya sendiri Al-Habib Muhammad bin Salim bin Hafidz, seorang Mufti Kota Tarim yang juga merupakan pejuang.

Ayahnya ialah salah seorang ulama intelektual Islam yang mengabdikan hidupnya demi tersebarnya syiar Islam, berani menyebutkan kebenaran serta mengajarkan hukum-hukum suci nan mulia dalam Islam. terhadap saat itu negeri Yaman Selatan dikuasai oleh Uni Soviet yang berfaham komunis serta anti agama. Musuh utama mereka ialah para ulama Islam yang merupakan penghalang besar bagi penyebaran ideologi mereka. menatap sepak terjang Al-Habib Muhammad bin Salim bin Hafidz (ayah Habib Umar), Komunis menganggap beliau merupakan batu sandungan mereka. tersebutkan terhadap suatu masa dalam masjid, ketika Habib Umar sedang menemani ayahnya buat menunaikan Shalat Jumat, Al-Habib Muhammad bin Salim bin Hafidz diculik oleh gerombolan komunis, kain Habib Umar kecil pun setelah itu pulang ke rumahnya sendirian dengan membawa rida’ milik ayahnya.

Dari ketika saat itu Habib Umar tidak pernah lagi menatap sang ayah hingga saat ini. Semenjak kecil, Habib Umar tumbuh menjadi seorang Yatim. Namun keyatiman beliau tak menghambat sedikitpun langkahnya buat menuntut ilmu. jelas jelas bila kita pelajari jejak langkah para ulama serta habaib terdahulu, teruntukkan yang Berposisi di Kota Tarim, mereka tak was was akan waktu depan pendidikan anak-anaknya, bilamana mereka mati serta anak-anaknya masih kecil. Perihal itu tak lain pasal mereka sudah melaksanakan kaderisasi dan mujahadah serta doa yang tulus, supaya kelak para keturunannya bisa istiqamah mengikuti ajaran serta tuntutan para pendahulunya yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. seluruh itu juga didukung oleh lingkungan yang kondusif di Kota Tarim yang safe dari segala bentuk kemaksiatan.


Keturunan nasab  beliau ialah : Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz bin Abdullah bin Abibakar bin Idrus bin Husein bin Syeikh Abibakar bin Salim bin Abdullah bin Abdurrahman bin Abdullah bin Abdurrahman assegaf bin Muhammad Mauladdawilah bin Ali bin Alwi bin Faqihil Muqaddam Muhammad bin Ali bin Muhammad Sahib Mirbat bin Ali Khali‘ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidallah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa bin Muhammad bin Ali Al-Uraidi bin Jakfar Ash-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein bin Ali bin Abi Thalib suami Fatimah Az-Zahra binti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sorot matanya tajam, raut mukanya tampak bercahaya, bibirnya tersenyum mengembang, itulah sedikit tentang Biodata Habib Umar Bin Hafidz jadi kita Tau Siapa Habib Umar Bin Hafidz.







Artikel Terkait

Disini admin bertujuan untuk memberi informasi yang bermanfaat hanya di www.ngalir.com 


EmoticonEmoticon