Minggu, 14 Januari 2018

Wajibkah Bertarikat dalam Islam

 Ngalir.com, bertarikat dalam islam apakah harus kita ikuti ini dia jawaban yang sempurna semoga dapat membantu anda.




Wajibkah Bertarikat ?
( Bagihan kelima )
.
Bagihan terpenting Tarekat diantaranya adalah Syaikhun Mursyidun شيخ مرشد dan kemudian Muridun Shodiqun مريد صادق .
Ketika ditanya apakah Murid itu , al habib Abdullah al Haddad menjawab :
“ Ketahuilah , Murid itu ialah seseorang yang keinginan sejatinya hanya terpusat kepada Allah dan Hari Akhir . Segenap usahanya baik lahir maupun batin ditujukan untuk kebahagiaan akhiratnya . Jika seorang Murid bertindak dengan benar serta beristiqamah maka dia telah melakukan perbuatan yang mulia .”
..
.
Bagi kita yang “ mengaku “ sebagai Murid Tarikat , sudahkah keadaan kita seperti yang al Habib Abdullah sebutkan ? Jika belum , maka sepertinya kita ini bukanlah Muridun Shodiqun ( murid yang penuh totalitas dalam perjalanan spritualnya ) .
.
.
Tidak sedikit diantara kita yang masuk kedalam Tarekat tidak benar-benar Lillahi Ta’ala . Kadang-kadang sedih juga mendengar jawaban dari sebuah pertanyaan :
“ Apa sebab Thariqah tuan begitu banyak pengikutnya dan ramai Haraqah serta kegiatannya ? “
Terdengar jawaban : “ Banyak yang masuk ke Thariqah kami karena sangat mujarrab untuk Jalbur Rizqi ( penglarisan ) “
.
.
Di sisi lain ada Syaikh Al Mursyid . Dia adalah yang menunjukkan jalan seorang Murid menuju Allah Ta’ala . Seorang Syaikh yang Mursyid , yang dapat menunjukkan jalan adalah yang mengajari Syari’at dan menuntun menuju hakekat . Dialah Syaikh Al Kamil ( Guru yang sempurna ) .
.
.
Di setiap jaman , dunia tidak pernah sepi dari para Syaikh yang Kamil . Hanya saja keberadaan mereka disembunyikan , tersamarkan dari kebanyakan orang , sebagaimana para Auliya’ .
Dalam Hadits qudtsi : “ sesungguhnya para Auliya’Ku itu ada di dalam “kubah-kubah” Ku , tidak akan mengenali mereka selain Diriku. “
.
.
Syaikh Ar Razi berkata :
“ Ketahuilah bahwa Syaikh al Mursyid itu senantiasa tersembunyi , tidak terdeteksi bahkan oleh para Auliya sekalipun , apalagi oleh orang awam . Dan tidak akan berhasil menemukannya kecuali orang-orang yang mempunyai mata batin yang tajam , bukan sekedar orang yang mahir dalam ilmu-ilmu Dhahir saja .
.
.
Sebab orang-orang yang sempurna itu disamarkan adalah karena minimnya totalitas para Murid yang meniti jalan Tarekat . Kebanyakan mereka menempuh Tarekat tanpa adanya ketulusan , keihlasan dan tercampur niat mereka dengan tujuan – tujuan yang salah beserta Hawa nafsu serta keinginan – keinginan rendahnya . “
.
.
Ketiadaan totalitas para Murid mengakibatkan mereka akan berlaku kurang sopan dihadapan Syaikh dan perbuatan semacam ini sangat berbahaya bagi kehidupan mereka , dunia akhirat .
Kerena itulah Allah menyembunyikan orang-orang pilihanNya supanya orang-orang kebanyakan tidak menerima konsekwensi ketidak adaban terhadap mereka .
.
.
Syaikh Tajuddin Al Utsmaniy dalam kitab Adabut Tarbiyyati Was Suluk menukil perkataan Ba’dhul Arifin :
“ Menyertai Syaikh صحبة الشيخ itu lebih afdhol dibanding dengan Dzikir , asalkan bersuhbah dengannya penuh dengan menjaga Adab dan haq-haqnya .
Karena jika tidak dengan Adab serta menepati haq-haqnya , bersuhbah dengan Syaikh akan lebih banyak mendatangkan kecelakaan daripada kemanfaatan “
.
.
Para Salafus Shalihin , mereka adalah kaum yang penuh dedikasi semenjak mereka meretas jalan suluknya hingga mencapai keparipurnaannya . Orang-orang unggulan seperti mereka mempunyai keadaan yang tidak biasa . Suluknya luar biasa . Khaliyah dan maqomat mereka luar biasa . Wushul serta keparipurnaan pun juga .
.
.
Sampai kemudian bagi mereka segala sesuatu dapat menjadi Syaikh al Mursyid bagi tarekat mereka . Dalam kitab Albahjatus Saniyyah , Syaikh Muhammad bin Abdullah Al Khoniy berkata :
“ Ketahuilah bahwa para Syaikh yang mampu mengantarkan menuju Allah Ta’ala sangatlah banyak , hanya saja yang sedikit itu adalah para Murid yang Shadiq ( total ) dalam ketarikatannya . Sesungguhnya Mursyid ( yang sesungguhnya ) adalah Allah Ta’ala , bukan yang lain .
.
Segala sesuaatu adalah perbuatan-perbuatanNya . Dalam hal ini manusia ataupun bukan sama saja .
Syaikh Muhyiddin Ibnu Arabiy dalam kitabnya Ruhul Quds berkkata :
.
.
“ Dan dari sekalian mahluk , termasuk menjadi Syaikh yang menuntunku didalam jalan Akhirat adalah sebuah Talang air yang aku lihat di sebuah rumah di kota Fez , yang mengucurkan air dari atap laksana Mizab ( talang emas ) di Ka’bah …
Diantara Hewan-Hewan yang menuntunku adalah Kuda , Kucing , Anjing , Harimau dan lain-lainnya . Aku tidak mampu menggambarkan keajaiban peribadahan mereka ( kepada Allah ) , , ,
dalam pengakuan Mereka bahwa aku ini pemilik mereka , tetap saja mereka mengkritikku dengan keras saat mereka melihatku tidak sempurna di dalam peribadahanku kepada Allah Ta’ala Tuhan mereka .
.
.
Seringkali karena kecemburuan yang sangat terhadap Agama , diantara mereka ada yang memarahiku disaat aku berlaku yang buruk dalam adabku kepada mereka . Mereka mencela ketuananku terhadap mereka sedangkan aku begitu buruk peribadahanku terhadap Allah Tuhan mereka …”
.
.
Syaikh Al Khoniy berkata : “ Lihatlah, bagaimana beliau tidak mensempitkan ke Syaikhan hanya kepada Bani Adam . Karena seseorang yang Shadiq didalam “ mencari “ Allah Ta’ala akan menemukan bahwa segala sesuatu dapat menjadi Syaikh Mursyid yang menuntunnya menuju jalan Allah Ta’ala .
.
.
Barang siapa yang tidak sungguh-sungguh dalam pencriannya itu maka dia tidak akan dapat sampai kepada Allah Ta’ala meskipn dia berguru kepada seribu Syaikh Mursyid sekalipun .
Tidakkah kalian lihat Baginda Nabi SAW adalah seorang Mursyid paling sempurna , maka satu kaum yang mempercai beliau dengan sungguh-sungguh mereka dapat Wushul kepada Allah Ta’ala .
.
.
Sedangkan satu kaum yang mendustakan beliau , merekapun menjadi munafiq kemudian . Satu kaum yang lain berpaling dari beliau , mereka binasa kemudian.
Padahal Baginda Nabi SAW menyampaikan petunjuknya baik dengan ucapan / perbuatan kepada mereka semua . Hanya saja Allah Dzat yang memberikan hidayahNya kepada siapa yang Dia kehendaki kepada jalanNya yang lurus . Inilah makna ucapan Ba’dhus Salaf :
لله طرائق بعدد انفـاس الخلاءـق

“ Jalan menuju Allah banyak , sebanyak jumlah tubuh-tubuh para Mahluk “
.
.
Dan diantara yang sering diungkapkan sebagai ( pengganti wujudnya ) Syaikh al Mursyid , adalah Shalawat Nabi . Dan juga kalimat :
Syawari’ut Tarim شوارع التريم ( jalanan kota Tarem ) dalam riwayat yang lain سوق التريم ( Pasar kota Tarem ) adalah guru bagi seseorang yang tidak mempunyai guru شيخ من لا شيخ له . Tetapi nanti di bagihan selanjutnya saja Insyaalloh.
.
.
( Bersambung )

Kyai Madad Salim

Bertarikat dalam islam wajib apa ga jawaban seperti ini sudah di jawab artikel di atas semoga membantu.

Artikel Terkait

Disini admin bertujuan untuk memberi informasi yang bermanfaat hanya di www.ngalir.com 


EmoticonEmoticon