Jumat, 27 April 2018

Cara Menyembuhkan Psikopat Sesuai Ajaran Islam

 Cara Menyembuhkan Penyakit Psikopat Sesuai Ajaran Islam, dengan teknik mengkonsumsi herbal yang di ruqyah syariah yuk simak kisah dibawah ini.




MALAIKAT TIDAK SALAH

Redaksi do'a bisa salah, namun terkabulnya do'a tidak pernah salah. Adalah pasti, para Malaikat-Nya tidak pernah salah.

Bagaimana, menarik untuk disimak bukan?
Ya, minggu ini saya safar ke 3 negara. Jadi sambil melepas lelah, dijalanan tol jakarta menuju bandara saya refreshing otak dengan senam jari di ruang penuh fitnah ini.

Kisaran 3 bulan silam saya mengunjungi seorang pasien yang mengalami Psikopat di Singapore. Tidak banyak yang tau, faham atau bahkan menyadarinya bahwa psikopat sesungguhnya adalah gangguan jin berat. Lebih berat dari kangker, lupus, skizofren, bipolar dan kawan-kawannya yang merupakan lingkar talbisul iblis di abad moderen yang disebut Jaman Now ini.

Saat itu saya safar ke Johor, dalam rangka mengujungi satu keluarga (Private Treatment) bersama 2 kawan. Abu Azhar dan Pa Malik Achmad. Dua tim inti RehabHati yang kesabarannya masyaAllah, susah dicari. Kami diam disebuah apartment yang mulai berkembang dan tumbuh dilangit Johor, Malaysia.

Tanpa diketahui siapapun, kunjungan saya kala itu dalam misi tersembunyi. Yakni memburu syaitan Psikopat yang sudah lama bertarung di WhatsApp selama ini, syaitan dalam jiwa klien saya ini selain menguasai tangannya untuk melakukan hal-hal yang membahayakan jiwa namun juga bisa menguasai jemari ibu beranak 3 ini. Dalam kunjungan 3 hari itu, kami luangkan waktu 1 hari untuk beliau. Dan hari itu pun tiba.

Jam 8am. Di Johor, semua sudah siap. Presentasi, layar LED, beberapa orang tamu dan keluarga. Kami berbincang-bincang tentang penyakit-penyakit non medis yang banyak dokter angkat tangan di Singapore dan Malaysia. Jam 9.am, dan saya pribadi terus menunggu. Jam 10.am, akhirnya HP tuan rumah bunyi mengabarkan bahwa buruan saya sudah sampai kompleks perumahan di Johor, namun ia berantem dengan kakaknya yang bawa mobil dan kembali ke Singapore.



Hati saya berbisik, benar juga perkataam wanita ini. Pantas saja tidak ada satu pun peruqyah yang bisa atau berhasil menerapinya, bahkan untuk sampai kerumahnya pun sulit. Syaitan menggagalkannya secara terus-menerus dengan berbagai strategi. Saat itu saya kirim pesan, bahwa saya masih beri kesempatan kepada pasien ini untuk bisa bertemu saaya di singapore. 2 jam sebelum terbang ke Jakarta.

Masjid Sultan, Singapore. Ba'da jum'at disalah satu restoran bernuansa Islam di sebrang jalan masjid Sultan. Saya menikmati Indian Kari, sampai ke tetes terakhir namun yang ditunggu belum juga tiba. Akhirnya saya hubungi via WhatsApp, beliau pun menjawab dengan nada datar.. namun membuat saya terkejut dan geram. Padahal perut kenyang..

"Saya sudah didepan restoran Ustadz. Tapi kaki saya terkunci tadi. Saya makan direstoran lain". Katanya.

"Restoran apa, dimana?" Tukas saya.

"Restoran Thailand" jawabnya tanpa menyebut nama Resto itu.

Dengan bantuan GPS, saya diam-diam keluar restoran menelusuri gang-gang kecil yang rapi di pinggiran singapore ini. Dan, singkat cerita saya bertemu dengan dua wanita ini. Saya tidak pernah tau wajahnya, namun saya pastikan bahwa salahsatu dari mereka adalah klien saya.

"Assalamualaikum!"
Seru saya, penuh rasa percaya diri.
Dibelakang saya 2 bodiguard, dan satu pasang suami istri yang pegang wilayah.

Namun, salam saya tidak terbalas. Laksana peluru yang berhamburan keudara dan menimpa kepala sendiri. Puk...

"Ini ibu kan? Yang janjian sama saya kan?" Saya berupaya mengubah suasana.

"Ini saya bu, Nuruddin. Saya datang penuhi janji saya. Datang ke singapore". Lanjut saya, sambil berdiri canggung.

Dan saya pun duduk. Sok akrab. Namun itu tak mengubah suasana. Klien saya buang muka, dan dingin. Tidak ada satu kata pun terucap. Antum bayangkan, 30menit berlalu. Belum ada satu kata pun. Hingga akhirnya saya menyerah. Berdiri dan pergi.

Mau kemana? Ini baru saja dzuhur. Belum jam 2 dan penerbangan habis isya. Saya mutar-mutar belanja untuk Rafiq dan Salman dirumah. Dan akhirnya balik lagi ke restoran tadi. Ia masih disana dan bisu.

Saya dekati lagi, baru 45 menit kemudian dia ambil HP dan whatsApp temannya mengatakan sesuatu untuk saya. Dan temannya mengatakan; "Ustadz. Ini beliau.... "

"Cukup! Saya tidak mau dengar. Saya tdk mau bicara seperti itu. Saya ada dihadapannya, kenapa harus via HP teman?" Tukas saya sambil melirik kepada pasien ini.

"Dia tidak bolehkan saya bicara" kata pasien ini. Akhirnya bicara juga.

"Allahuakbar, kenapa harus taat sama jin?" Tanya saya.

Dia diam lagi. Saya kira ini akan lama, dan saya putuskan untuk berdiri. Dan saya ambil ramuan di saku saya, 10 ml madu rehab. Madu yang diramu dengan Habbat, Propolis, Zaitun, Bidara dll. Dan diberikan kepadanya.

"Ibu, saya sudah datang ke Singapore. Untuk ibu. Tapi ibu lakukan itu kepada saya. Saat ini syaitan jin dalam diri ibu menang, namun saya yakin ibu sadar. Sekarang saya pulang, semoga Allah pertemukan lagi. Ini saya hadiahkan ibu, mohon jangan dibuang. Diminum. Hanya 3 tetes setiap 4jam" jelas saya, panjang lebar.

Seperti biasa ibu itu diam.

Saudaraku, hamba-hamba Allah yang dimuliakan. Tahukah antum. 10ml itu menjadi keberkahan yang luar biasa.

2 atau 3 hari kemudian, suami beliau menelpon saya dan menanyakan tentang ramuan yang diberikan kepada istrinya. Ia mengatakan bahwa tubub istrinya terbakar sepanjang malam saat konsumsi 3 tetes sebelum tidur.

Dan ia pesan 1 liter.






Waktu itu saya hintung cost/biaya ramuan itu dan hasilnya di angka Rp 1.080.000- hari itu pula saya sampaikan kepada beliau. Ia pun transfer sebanyak 2jt rupiah.

Saya buatkan ramuan itu, dan live streaming di Youtube dan Facebook. Diujung edukasi streaming itu saya sampaikan harga nilai ramuan itu. Yakni Rp. 2jt, dan masyaAllah di Inbox ada yang pesan 4liter. Saya buka pre-order minggu itu ada yang pesan 54order.

Minggu depan 100 order.
Minggu depannya lagi 264 order.
Minggu depannya lagi 780an order.
Dan dibulan awal produksi sudah mulai 1000liter. Dan itu bertahan hingga saat ini, memasuki bulan ke 3.

Demi Allah, bukan omset ataupun expansi agen yang ingin saya sampaikan dalam tulisan ini. Karena misinya pun sederhana; memenuhi kebutuhan primer jiwa-jiwa yang terpenjara.

Saya dalam ruang ini, ingin sekali menyeruakkan tentang makna kata "berkah". Barokah dari langit..

Penuh keberkahan, bisnis madu itu memang sangat membahagiakan. Berawal dari sedekah 10ml madu ramuan, sekarang jadi ribuan liter madu dari beragai peloksok Nusantara bahkan Yaman sebagai sentra madu terbaik di Dunia.

Bahkan importir dan pemain-pemain madu kelas berat berdatangan kerumah. Selain muamalah yang penuh berkah, saya jadi belajar banyak hal tentang keragaman warna dan rasa madu.

Jangan segan-segan berdoa kepada Allah, karena berdoa adalah ciri orang beriman. Mintalah kepadanya madu, dan serahkan kepada-Nya madu manakah yang lebih dahulu Dia anugerahkan.

Redaksi do'a bisa saja salah, namun Malaikat tidak salah.


SUMBER :  Nuruddin Al Indunissy



Penemuan Fakta Tentang Penyakit Psikopat ini semoga bermanfaat dan harus kita tahu di dalam islam sendiri semua itu ada obatnya kecuali kematian.

Artikel Terkait

Disini admin bertujuan untuk memberi informasi yang bermanfaat hanya di www.ngalir.com 


EmoticonEmoticon