Wajibkah Bertarikat dalam Islam

 Ngalir.com, bertarikat dalam islam apakah harus kita ikuti ini dia jawaban yang sempurna semoga dapat membantu anda.




Wajibkah Bertarikat ?
( Bagihan kelima )
.
Bagihan terpenting Tarekat diantaranya adalah Syaikhun Mursyidun شيخ مرشد dan kemudian Muridun Shodiqun مريد صادق .
Ketika ditanya apakah Murid itu , al habib Abdullah al Haddad menjawab :
“ Ketahuilah , Murid itu ialah seseorang yang keinginan sejatinya hanya terpusat kepada Allah dan Hari Akhir . Segenap usahanya baik lahir maupun batin ditujukan untuk kebahagiaan akhiratnya . Jika seorang Murid bertindak dengan benar serta beristiqamah maka dia telah melakukan perbuatan yang mulia .”
..
.
Bagi kita yang “ mengaku “ sebagai Murid Tarikat , sudahkah keadaan kita seperti yang al Habib Abdullah sebutkan ? Jika belum , maka sepertinya kita ini bukanlah Muridun Shodiqun ( murid yang penuh totalitas dalam perjalanan spritualnya ) .
.
.
Tidak sedikit diantara kita yang masuk kedalam Tarekat tidak benar-benar Lillahi Ta’ala . Kadang-kadang sedih juga mendengar jawaban dari sebuah pertanyaan :
“ Apa sebab Thariqah tuan begitu banyak pengikutnya dan ramai Haraqah serta kegiatannya ? “
Terdengar jawaban : “ Banyak yang masuk ke Thariqah kami karena sangat mujarrab untuk Jalbur Rizqi ( penglarisan ) “
.
.
Di sisi lain ada Syaikh Al Mursyid . Dia adalah yang menunjukkan jalan seorang Murid menuju Allah Ta’ala . Seorang Syaikh yang Mursyid , yang dapat menunjukkan jalan adalah yang mengajari Syari’at dan menuntun menuju hakekat . Dialah Syaikh Al Kamil ( Guru yang sempurna ) .
.
.
Di setiap jaman , dunia tidak pernah sepi dari para Syaikh yang Kamil . Hanya saja keberadaan mereka disembunyikan , tersamarkan dari kebanyakan orang , sebagaimana para Auliya’ .
Dalam Hadits qudtsi : “ sesungguhnya para Auliya’Ku itu ada di dalam “kubah-kubah” Ku , tidak akan mengenali mereka selain Diriku. “
.
.
Syaikh Ar Razi berkata :
“ Ketahuilah bahwa Syaikh al Mursyid itu senantiasa tersembunyi , tidak terdeteksi bahkan oleh para Auliya sekalipun , apalagi oleh orang awam . Dan tidak akan berhasil menemukannya kecuali orang-orang yang mempunyai mata batin yang tajam , bukan sekedar orang yang mahir dalam ilmu-ilmu Dhahir saja .
.
.
Sebab orang-orang yang sempurna itu disamarkan adalah karena minimnya totalitas para Murid yang meniti jalan Tarekat . Kebanyakan mereka menempuh Tarekat tanpa adanya ketulusan , keihlasan dan tercampur niat mereka dengan tujuan – tujuan yang salah beserta Hawa nafsu serta keinginan – keinginan rendahnya . “
.
.
Ketiadaan totalitas para Murid mengakibatkan mereka akan berlaku kurang sopan dihadapan Syaikh dan perbuatan semacam ini sangat berbahaya bagi kehidupan mereka , dunia akhirat .
Kerena itulah Allah menyembunyikan orang-orang pilihanNya supanya orang-orang kebanyakan tidak menerima konsekwensi ketidak adaban terhadap mereka .
.
.
Syaikh Tajuddin Al Utsmaniy dalam kitab Adabut Tarbiyyati Was Suluk menukil perkataan Ba’dhul Arifin :
“ Menyertai Syaikh صحبة الشيخ itu lebih afdhol dibanding dengan Dzikir , asalkan bersuhbah dengannya penuh dengan menjaga Adab dan haq-haqnya .
Karena jika tidak dengan Adab serta menepati haq-haqnya , bersuhbah dengan Syaikh akan lebih banyak mendatangkan kecelakaan daripada kemanfaatan “
.
.
Para Salafus Shalihin , mereka adalah kaum yang penuh dedikasi semenjak mereka meretas jalan suluknya hingga mencapai keparipurnaannya . Orang-orang unggulan seperti mereka mempunyai keadaan yang tidak biasa . Suluknya luar biasa . Khaliyah dan maqomat mereka luar biasa . Wushul serta keparipurnaan pun juga .
.
.
Sampai kemudian bagi mereka segala sesuatu dapat menjadi Syaikh al Mursyid bagi tarekat mereka . Dalam kitab Albahjatus Saniyyah , Syaikh Muhammad bin Abdullah Al Khoniy berkata :
“ Ketahuilah bahwa para Syaikh yang mampu mengantarkan menuju Allah Ta’ala sangatlah banyak , hanya saja yang sedikit itu adalah para Murid yang Shadiq ( total ) dalam ketarikatannya . Sesungguhnya Mursyid ( yang sesungguhnya ) adalah Allah Ta’ala , bukan yang lain .
.
Segala sesuaatu adalah perbuatan-perbuatanNya . Dalam hal ini manusia ataupun bukan sama saja .
Syaikh Muhyiddin Ibnu Arabiy dalam kitabnya Ruhul Quds berkkata :
.
.
“ Dan dari sekalian mahluk , termasuk menjadi Syaikh yang menuntunku didalam jalan Akhirat adalah sebuah Talang air yang aku lihat di sebuah rumah di kota Fez , yang mengucurkan air dari atap laksana Mizab ( talang emas ) di Ka’bah …
Diantara Hewan-Hewan yang menuntunku adalah Kuda , Kucing , Anjing , Harimau dan lain-lainnya . Aku tidak mampu menggambarkan keajaiban peribadahan mereka ( kepada Allah ) , , ,
dalam pengakuan Mereka bahwa aku ini pemilik mereka , tetap saja mereka mengkritikku dengan keras saat mereka melihatku tidak sempurna di dalam peribadahanku kepada Allah Ta’ala Tuhan mereka .
.
.
Seringkali karena kecemburuan yang sangat terhadap Agama , diantara mereka ada yang memarahiku disaat aku berlaku yang buruk dalam adabku kepada mereka . Mereka mencela ketuananku terhadap mereka sedangkan aku begitu buruk peribadahanku terhadap Allah Tuhan mereka …”
.
.
Syaikh Al Khoniy berkata : “ Lihatlah, bagaimana beliau tidak mensempitkan ke Syaikhan hanya kepada Bani Adam . Karena seseorang yang Shadiq didalam “ mencari “ Allah Ta’ala akan menemukan bahwa segala sesuatu dapat menjadi Syaikh Mursyid yang menuntunnya menuju jalan Allah Ta’ala .
.
.
Barang siapa yang tidak sungguh-sungguh dalam pencriannya itu maka dia tidak akan dapat sampai kepada Allah Ta’ala meskipn dia berguru kepada seribu Syaikh Mursyid sekalipun .
Tidakkah kalian lihat Baginda Nabi SAW adalah seorang Mursyid paling sempurna , maka satu kaum yang mempercai beliau dengan sungguh-sungguh mereka dapat Wushul kepada Allah Ta’ala .
.
.
Sedangkan satu kaum yang mendustakan beliau , merekapun menjadi munafiq kemudian . Satu kaum yang lain berpaling dari beliau , mereka binasa kemudian.
Padahal Baginda Nabi SAW menyampaikan petunjuknya baik dengan ucapan / perbuatan kepada mereka semua . Hanya saja Allah Dzat yang memberikan hidayahNya kepada siapa yang Dia kehendaki kepada jalanNya yang lurus . Inilah makna ucapan Ba’dhus Salaf :
لله طرائق بعدد انفـاس الخلاءـق

“ Jalan menuju Allah banyak , sebanyak jumlah tubuh-tubuh para Mahluk “
.
.
Dan diantara yang sering diungkapkan sebagai ( pengganti wujudnya ) Syaikh al Mursyid , adalah Shalawat Nabi . Dan juga kalimat :
Syawari’ut Tarim شوارع التريم ( jalanan kota Tarem ) dalam riwayat yang lain سوق التريم ( Pasar kota Tarem ) adalah guru bagi seseorang yang tidak mempunyai guru شيخ من لا شيخ له . Tetapi nanti di bagihan selanjutnya saja Insyaalloh.
.
.
( Bersambung )

Kyai Madad Salim

Bertarikat dalam islam wajib apa ga jawaban seperti ini sudah di jawab artikel di atas semoga membantu.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel