Apa Saja Barang yang Dibawa saat Seserahan Pernikahan?

Ngalir.com - apa saja barang yang dibawa saat seserahan pernikahan? Pertanyaan seperti ini seringkali diajukan oleh para calon pengantin, terutama pengantin pria. Sebab, bukan hanya makna yang terkandung dalam bentuk seserahan tersebut, namun juga kredibilitas seorang pria dinilai dari barang-barang tersebut. Nah, berikut ini beberapa macam barang yang biasanya ada pada seserahan perkawinan, sekaligus makna yang tersirat di dalamnya.


Apasaja Barang yang Dibawa saat Seserahan Pernikahan


1. Seperangkat Alat Sholat


Bagi umat muslim, seperangkat alat sholat, seperti mukena, sajadah, al Quran, dan tasbih, ini seperti sudah menjadi barang yang wajib ada pada seserahan perkawinan. Makna yang terkandung dari barang ini adalah pernikahan yang akan dilaksanakan agar selalu berpegang teguh pada nilai-nilai yang sudah ditetapkan oleh agama. Selain sebagai pengingat pada Allah, barang-barang tersebut juga berfungsi untuk terus menegakkan tiang agama, yaitu sholat.

2. Pernik-Pernik Perhiasan


Perhiasan, seperti kalung, cincin, gelang, anting, dan liontin, merupakan perlambang kemilauan. Dengan memberikan barang ini dalam seserahan, diharapkan pengantin wanita selalu bersinar dan berkilau di sepanjang kehidupannya mendampingi suami, serta tidak mengecewakan bagi keluarganya kelak. Namun begitu, untuk jumlahnya sangat disesuaikan dengan kemampuan pengantin pria, jangan dipaksakan.

3. Satu Set Busana Wanita


Satu set busana wanita ini bisa berupa bahan kebaya, kain lurik, motif batik, atau seperangkat pakaian jadi, seperti baju pesta, baju kerja, busana muslim, baju tidur, atau pakaian dalam wanita. Semua busana wanita ini melambangkan bahwa kedua pengantin harus bisa menyimpan rahasia dalam rumah tangga mereka dengan baik.

4. Peralatan Rias atau Make Up


Peralatan ria ini juga biasanya ada dalam isi seserahan pernikahan sebagai lambang agar calon istri dapat selalu menjaga penampilannya dan agar selalu tampil cantik di depan suaminya. Tidak hanya peralatan rias, beberapa pengantin pria terkadang juga menyertakan produk perawatan tubuh, seperti sabun, sampo, body scrub, body lotion, masker, dan lainnya di dalamnya.

5. Alas Kaki


Alas kaki, baik berupa sandal, sepatu, atau selop juga sering dijadikan sebagai isi seserahan perkawinan. Barang-barang ini mempunyai makna agar kedua mempelai selalu siap menjalani kehidupan dengan lurus secara bersama-sama, baik suka maupun duka. Biasanya, penataan seserahan bentuk sepatu ini dipadukan dengan seserahan bentuk tas agar tidak ada ruang kosong dalam satu kotaknya.

6. Tas


Seperti disebutkan di atas, tas biasanya menjadi pendamping pada seserahan alas kaki. Pemberian tas dari calon mempelai pria ini mempunyai makna bahwa sang pria mampu membiayai semua kebutuhan calon istrinya.

7. Makanan Tradisional


Biasanya, makanan tradisional yang sering dipilih berbahan dasar beras ketan, seperti lemper, jadah, jenang, kue lapis, dan makanan lain yang setelah dimasak menjadi basah dan lengket. Makna dari seserahan ini adalah agar pasangan pengantin tersebut selalu lengket satu sama lain sampai akhir hayat. Selain itu, agar silaturahmi antara kedua keluarga mempelai juga selalu terjaga selamanya.

8. Buah-buahan


Selain makanan tradisional, biasanya seserahan perkawinan juga disertakan berbagai macam jenis buah, seperti jeruk, pisang, apel, dan anggur. Harapan dari diberikannya berbagai jenis buah bergizi ini adalah agar pasangan pengantin kelak dapat menghasilkan buah yang berlimpah, baik rezeki maupun anak. Sehingga, mereka tidak hanya bisa mencukupi keluarga sendiri, namun juga membuat orang-orang yang ada di sekitarnya juga ikut makmur.

9. Satu Set Cincin


Tidak hanya dijadikan seserahan perkawinan, satu set cincin ini juga sering digunakan sebagai mahar atau maskawin. Cincin merupakan lambang ikatan hubungan antara pengantin pria dan wanita sehingga dapat terus bersama-sama hingga akhir hayat nanti. Satu set cincin ini biasanya satu dikenakan oleh wanita dan satu lagi dikenakan pria. Hanya saja, untuk pengantin muslim, cincin yang terbuat dari emas kuning harus dihindari untuk dikenakan pria. Oleh karena itu, bahan cincin ini bisa diganti dengan emas putih atau perak.

10. Daun Suruh Ayu


Isi seserahan yang satu ini biasanya digunakan oleh pengantin yang menggunakan adat Jawa. Daun suruh ayu ini menjadi lambang keselamatan dan kebahagiaan kedua calon mempelai saat mengaruhi bahtera rumah tangga dan kehidupan yang baru.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel