Berbagai Jenis Cabe Merah! Mana yang Paling Pedas?

Ngalir.com - bagi anda yang menyukai makanan pedas, tentu tidak akan melewatkan sensasi pedas cabe yang digunakan untuk meracik makanan. Banyak jenis cabe memiliki citarasa dan tingkat kepedasan yang beragam. Cabe sudah umum digunakan untuk berbagai masakan indonesia, bahkan dunia. Sensasi lidah terbakar menjadi salah satu cara menikmati makanan yang digemari oleh banyak orang. Cabe juga mengandung banyak vitamin c yang baik untuk kesehatan tubuh. Meskipun demikian, tidak banyak orang bisa bertahan dengan pedasnya cabe. Terlalu banyak mengkonsumsi cabe dapat menyebabkan masalah pencernaan, maag, dan diare. Nah, bagi anda penyuka cabe pernahkan anda mencoba jenis-jenis cabe merah besar di bawah ini ?




1. Capsicum chinense (Cabai Gendot, cabe Bendot, Cabai Gendol)


Capsicum chinense merupakan cabe merah yang berukuran seperti rawit setan tapi memiliki ukuran yang lebih besar dan lebih gemuk. Varietas cabe ini berasal dari semenanjung Yucatan, Amerika. Biasanya tanaman cabe varietas ini hanya tumbuh di atas ketinggian 2000 mdpl. Salah satu turunan dari varietas Capsicum chinense yang terkenal adalah cabe habanero  red savina yang memiliki tingkat kepedasan 350.000-580.000 (Scoville Heat Unit). Di Indonesia, cabe ini bisa ditemukan di dataran tinggi Dieng dan Bandung dengan nama cabe Gendot atau cabai Gendol. Sensasi pedas Cabe Gendot/gendol tidak kalah dari habanero. Jadi bagi anda penggemar pedas, sudah pernah merasakan cabe yang jadi buah tangan khas Dieng ini?

2. Cabe Katokkon


Cabe Katokkon merupakan cabe yang hanya tumbuh di daerah dataran tinggi Toraja, Sulawesi. Bentuk buahnya seperti versi mini dari paprika dengan bobot antara 65-90 gram per buahnya. Cabe katakon memiliki ketebalan daging 6-7mm. Cabe ini sebenarnya merupakan turunan dari cabe merah keriting, namun hanya dapat tumbuh di wilayah Toraja saja.

Menariknya, dibalik penampilannya yang imut-imut cabe Katokkon ternyata menyimpan rasa pedas yang sangat kuat. Tingkat pedasnya berada di atas HAbanero Red Savina, dimana Katokkon memiliki tingkat kepedasan 400.000-691.000 SHU. Dari jenis-jenis cabe merah besar di daftar ini, belum ada yang menandingi kepedasan cabe Katokkon.

3. Cabe Merah Besar


Varietas cabe merah besar merupakan salah satu jenis cabe yang banyak digunakan untuk masakan Indonesia. Namun meskipun tergolong cabe, cabe merah besar lebih tepat disebut sebagai sayuran karena tingkat kepedasannya sangat rendah. Daging buahnya cukup tebal dan cenderung memiliki rasa manis dibanding pedas. Cabe merah besar juga sering dipanen saat masih hijau. Bagi anda penggila pedas, cabe ini tentu tidak  akan masuk kedalam kategori cabe yang menantang.

4. Cabe Merah Keriting


Cabe merah keriting merupakan salah satu varietas turunan cabe merah besar, namun bentuknya lebih ramping dan berkeriput. Cabe merah keriting lebih pedas dibanding cabe merah besar. Cabe ini juga banyak dipakai untuk berbagai masakan sayur dan sambal khas Indonesia. Meskipun demikian, karena masih satu turunan dengan cabe merah besar, cabe ini masih berada pada kategori tidak pedas.

5. Cabe Hibrida


Cabe hibrida merupakan rekayasa genetik dari varietas cabe merah yang dipakai untuk meningkatkan ketahanan terhadap hama serta menambah tingkat kepedasannya. Cabe ini banyak ditemukan di pasar-pasar karena tingkat produksinya cukup  tinggi. Sayangnya cabe ini tidak tahan terhadap panas, sehingga lebih cocok ditanam dalam ruang tertutup atau rumah kaca.

6. Cabe Jawa


Cabe Jawa dikenal sebagai salah satu jenis cabe yang juga berfungsi sebagai tanaman herbal atau jamu. Bentuk fisiknya memanjang seperti cabe keriting, namun sedikit lebih membulat dan memiliki bintik-bintik. Buahnya umumnya dikeringkan sebelum dikonsumsi untuk herbal atau jamu. Cabe Jawa memiliki tingkat pedas yang tidak terlalu tinggi, namun memberikan efek hangat di tubuh.

Masih banyak lagi jenis -jenis cabe merah besar yang tumbuh di luar negeri dengan tingkat kepedasan beragam. Di Indonesia sendiri, cabe sendiri sudah bagikan nasi karena banyak orang tidak puas makan tanpa adanya sensasi pedas cabe. Daftar di atas tentu menambah pengetahuan anda tentang bermacam cabe yang lebih menantang untuk anda coba. Siapkah lidah dan perut anda menikmati sensasi pedas masing-masing cabe tersebut?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel