Inilah 6 Perbedaan Seserahan Lamaran dan Pernikahan

Ngalir.com - perbedaan seserahan lamaran dan pernikahan ternyata tidak semua orang tahu. Bahkan, kebanyak masyarakat menganggapnya sama. Padahal, jelas keduanya berbeda. Secara acara saja, lamaran dan pernikahan sudah berbeda. Bisa diibaratkan, lamaran baru “pemesanan” calon pengantin, sementara pernikahan “pembelian” calon pengantin. Karena berbeda, pastinya seserahan yang dibawa pasti juga mempunyai perbedaan, terutama jenis barangnya, meskipun sangat tipis. Berikut ini beberapa perbedaan tersebut:


Inilah 6 Perbedaan Seserahan Lamaran dan Pernikahan


1. Makanan tradisional


Makanan tradisional yang digunakan sebagai seserahan biasanya terbuat dari makanan basah dan lengket, seperti lemper, jenang, dan kue lapis. Makna dari diberikannya makanan ini adalah agar kedua mempelai selalu lengket dan bersatu hingga menuju hari pernikahan nanti dan akan diteruskan hingga selamanya. Hanya saja, ada perbedaan antara seserahan lamaran dan perkawinan jika dilihat dari makanan tradisional ini. Dalam prosesi lamaran, makanan tradisional ini pasti disertakan sebagai salah satu barang seserahan. Sedangkan, dalam prosesi lamaran, tidak ada makanan tradisional yang disertakan dalam barang seserahannya.

2. Buah-buahan


Biasanya, buah yang sering digunakan sebagai barang seserahan adalah jeruk, apel, anggur, dan buah lain yang bergizi. Lambang dari buah ini adalah agar kehidupan kedua calon selalu bahagia, meskipun sedang menghadapi masalah. Masalah yang ada tidak akan mengganggu kehidupan rumah tangga mereka kelak. Oleh karena itu, buah-buahan biasanya hanya diberikan dalam prosesi lamaran saja, sementara pada seserahan perkawinan tidak disertakan, karena memang simbol ini hanya berlaku untuk pengantin yang baru akan melangsungkan perkawinan dalam waktu dekat.

3. Daun Suruh Ayu


Daun suruh ayu sering digunakan dalam prosesi perkawinan, terutama yang menggunakan adat Jawa. Makna disertakannya daun suruh ayu sebagai barang seserahan adalah agar kehidupan kedua mempelai selalu diselimuti kebahagiaan dan dijauhkan dari marabahaya maupun keburukan yang setiap saat bisa menghampiri. Biasanya, daun suruh ayu ini hanya digunakan sebagai barang seserahan perkawinan, sementara pada seserahan lamaran tidak disertakan. Namun, untuk umat muslim, harus hati-hati dalam menggunakan barang seserahan yang satu ini. Sebab, jika salah dalam meniatkannya, maka bisa jatuh pada kesyirikan.

4. Mas Kawin


Mas kawin merupakan barang seserahan yang wajib ada pada prosesi perkawinan. Biasanya, barang ini berupa perhiasan. Ini artinya, mas kawin hanya ada pada seserahan perkawinan. Jika ada calon pengantin pria yang memberikan seperangkat perhiasan pada prosesi lamaran, tidak bisa diartikan sebagai mas kawin, namun hanya sebagai hadiah saja. Dan, pada saat perkawinan nanti, calon pengantin pria tetap harus menyertakan mas kawin dalam seserahan perkawinannya. Dalam hal ini, calon pengantin bisa menggunakan cincin dari bahan emas, perak, atau lainnya. Bagi kaum muslim yang calon pengantin pria ingin ikut mengenakannya juga, sebaiknya pilih cincin yang terbuat dari selain emas.

5. Seperangkat Alat Sholat


Selain satu set cincin, seperangkat alat sholat ini biasanya juga sering digunakan sebagai mas kawin dari calon mempelai pria. Oleh karena itu, barang ini hanya ada pada seserahan perkawinan. Semantara, pada seserahan lamaran tidak disertakan alat sholat.

6. Sifat Barang yang Diberikan


Jika dilihat dari sifatnya, barang-barang yang digunakan sebagai seserahan lamaran juga sangat berbeda dibandingkan seserahan perkawinan. Biasanya, seserahan untuk perkawinan lebih bersifat pribadi dan intim, seperti pakaian dalam, kosmetik, peralatan mandi, tas, dan sebagainya. Sementara, untuk seserahan lamaran, barang yang diberikan biasanya lebih bersifat umum, seperti parfum, makanan, kue, buah, dan sebagainya. Beberapa contoh peralatan mandi yang biasanya ada pada seserahan perkawinan antara lain sabun mandi, sampo, sikat gigi, pasta gigi, sisir rambut, dan peralatan manicure dan pedicure.

Itulah beberapa perbedaan seserahan lamaran dan pernikahan. Hanya saja, yang perlu ditekankan dalam hal pemberian seserahan, baik untuk lamaran maupun perkawinan, harus menyesuaikan dengan kemampuan calon pengantin pria. Jangan sampai seserahan ini justru memberatkan, bahkan membebani calon pengantin pria, yang nanti akan berimbas pada perilaku setelah perkawinan. Selain itu, agar seserahan tepat guna, selalu diskusi berbagai macam keperluan yang memang benar-benar dibutuhkan oleh calon pengantin wanita, baik jenis barang maupun merek yang biasa digunakan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel