Penjelasan tentang Nekrosis Iskemik dan Penyebabnya

Ngalir.com - penyakit yang terjadi pada organ dalam tubuh seringkali sulit dikenali gejalanya, dan penderita akan mulai menyadarinya saat gejala bertambah parah. Salah satunya adalah nekrosis yang sering terjadi. Berikut ini akan kami jabarkan penjelasan tentang nekrosis iskemik agar kita dapat lebih waspada serta melakukan tindakan yang tepat sebelum terlambat.


Penjelasan tentang Nekrosis Iskemik dan Penyebabnya


Nekrosis adalah suatu peristiwa sel yang mengalami cedera dan menyebabkan kematian dini terutama bagi jaringan hidup atau sel itu sendiri, Ada banyak faktor penyebabnya antara lain karena racun, trauma maupun infeksi sehingga tadinya sel bisa mencerna dengan baik malah sekarang tidak teratur lagi. Selain nekrosis, kita juga sering mendengar kata apoptosis. Kedua hal tersebut adalah peristiwa yang berbeda walaupun bisa sama-sama menyebabkan kematian pada sel. Apoptosis lebih memberikan efek yang menguntungkan untuk organel sel hidup. Lain halnya dengan nekrosis yang lebih merugikan serta dampaknya cukup serius bagi nyawa seseorang. Kematian sel akibat nekrosis seringkali tidak bisa mengirim sinyal kimiawi ke tubuh. Dampak yang lebih serius lagi, nantinya zat merombak mikroba yang dibuat leukosit malah menimbulkan kerusakan tambahan di jaringan tubuh sekitarnya. Nantinya penyembuhan akan semakin lama terjadi, kemudian terjadi penimbungan jaringan serta debris sel yang sudah mati membusuk. Oleh sebab itu penderita nekrosis harus melalui serangkaian pembedahan atau debridement guna menghilangkan timbunan jaringan debris sel yang sudah mati.

Penjelasan tentang nekrosis iskemik berikutnya adalah faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internalnya adalah gangguan penyakit fungsional tubuh akibat dari kurangnya nutrisi di saraf yang sudah rusak, biasa disebut dengan trophoneurotik. Enzim lipase di pancreas pun ikut andil dalam menyebabkan kerusakan atau nekrosis jaringan lemak. Faktor eksternal terdiri dari trauma mekanis atau kerusakan fisik pada tubuh sehingga menimbulkan nekrosis seluler, selain itu juga ada kerusakan jaringan pembuluh darah serta iskemia. Iskemia sendiri adalah peristiwa kekurangan darah sehingga terjadi fungsi sel normal yang berubah. Adapun efek suhu tubuh yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi bisa berujung nekrosis, pada jaringan sel sehat dan normal.

Berikut akan kami sampaikan jenis-jenis nekrosis yang perlu kita ketahui bersama:


  • Nekrosis koagulatif menyerupai gel bentuknya di jaringan yang sudah mati. Tekstur atau kerangka jaringan masih terlihat jelas apabila diamati melalui mikroskop cahaya.

  • Nekrosis likuifaktif adalah lawan dari koagulatif, ciri-cirinya pencernaan sel yang mati dapat menghasilkan likuida atau cairan cukup kental. Jenis likuifaktif ini muncul diakibatkan oleh infeksi jamur serta bakteri.

  • Nekrosis caseous adalah kombinasi kedua nekrosis di atas karena jamur, zat asing serta mikrobakteria.

Pengobatan nekrosis dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti pembedahan atau debridement agar bisa menghilangkan jaringan mati, mulai dari bedah minor sampai amputasi anggota tubuh terkait. Kemudian adapula obat-obatan seperti golongan antibiotik serta antiinflamasi guna menghentikan racun yang menyebar serta melakukan penghambatan terjadinya infeksi pada nekrosis karena luka bakar kimiawi maupun trauma fisik. Antidot atau antiracun pun dapat digunakan sebagai pengobatan nekrosis karena racun akibat gigitan ular. Penjelasan tentang nekrosis iskemik dapat diobati juga menggunakan antioksidan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, iskemia menyebabkan pasokan aliran darah menuju jaringan terhambat sehingga berikutnya terjadi hipoksia. Produksi Reactive Oxygen Species (ROS) meningkat sehingga perlu diberikan antioksidan.

Iskemia sendiri bisa terjadi beberapa bagian tubuh, seperti jantung. Hal ini disebabkan oleh adanya pembuluh darah besar atau arteri jantung mengalami hambatan. Iskemia bisa mengganggu irama jantung hingga memicu timbulnya serangan mendadak. Lain halnya iskemia di usus, karena asupan oksigen tidak cukup untuk dilakukannya proses pencernaan maka terjadi kembung perut, muntah sampai konstipasi sekitar satu jam sesudah makan, berangsur menghilang beberapa menit kemudian. Iskemi di otak digolongkan sebagai jenis stroke, karena asupan darah di otak mengalami hambatan, Hal ini bila dibiarkan bisa menyebabkan kerusakan sampai kematian sel jaringan otak.

Demikian yang bisa kami jabarkan mengenai penjelasan tentang nekrosis iskemik, semoga dapat semakin meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan melakukan cek up atau pemeriksaan rutin guna mencegah hal yang tidak diinginkan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel