Tingkatan Perusahaan Startup yang Perlu Kamu Ketahui

Ngalir.com - Startup atau perusahaan rintisan yang umumnya berbasis aplikasi merupakan salah satu segmen bisnis yang banyak dilirik banyak kalangan bisnis dan calon-calon pebisnis saat ini. Startup sendiri biasanya muncul atau tercipta dari keresahan atas suatu kondisi, maupun dari suatu kesulitan yang dirasakan oleh seseorang dan terjadi di banyak kalangan masyarakat.

Aplikasi e-commerce atau jual-beli online berawal dari sulitnya transaksi jual beli barang. Penjual memiliki keterbatasan pasar, sementara pembeli mengalami kesulitan mencari barang-barang tertentu di daerahnya. E-commerce muncul untuk menjembatani dan mengaburkan keterbatasan jarak dan waktu transaksi jual beli.


Daftar Tingkatan Startup dan Pengertiannya


Terlepas dari pertanyaan Pak Jokowi kepada Pak Prabowo terkait Startup Unicorn, perusahan-perusahan startup semakin banyak dan variatif. Unicorn sendiri adalah salah satu tingkatan valuasi atau nilai dari suatu perusahaan startup. Nah, tidak semua perusahaan startup langsung berada di level Unicorn. Valuasi sendiri dapat dipahami sebagai harga yang layak disematkan pada suatu perusahaan startup. Valuasi ini berguna untuk menentukan besarnya modal yang bisa ditanamkan pada startup tersebut. Valuasi sebuah perusahaan startup sendiri bisa naik maupun turun berdasar berbagai faktor. Profit startup, jumlah pertumbuhan pengguna, jumlah interaksi, serta peranan masyarakat pengguna aplikasi startup bisa menjadi faktor yang mempengaruhi valuasi.

Harga atau valuasi sebuah startup biasanya ditentukan oleh pemilik dan calon investor. Timbal baliknya, pemodal atau investor yang menanamkan dananya akan mendapatkan sebagian saham dari startup tersebut. Berikut ini Jenis Jenis Tingkatan Startup dan Pengertiannya :

Cockroach


Level terendah dari sebuah perusahaan rintisan adalah Cockroach atau kecoa. Ini adalah tingkatan pertama dari perusahaan yang baru saja didirikan. Tidak heran bila valuasinya masih rendah sebab perusahaan ini belum bisa memberikan bukti hasil kerja nya.

Untuk meningkatkan valuasinya, dibutuhkan keuletan dan progres yang cukup untuk mempertahankan startup tersebut. Hasil kerja akan menjadi jalan untuk mendatangkan calon investor. obligasi konversi atau ekuitas kepemilikan merupakan hal yang bisa ditawarkan sebagai timbal balik terhadap investor.

Ponies


Level kuda poni ini bisa didapatkan oleh startup bila berhasil mendapat investor di level sebelumnya dan mampu mempertahankan dan mengembangkan startupnya.

Sebuah perusahaan startup dapat mencapai level ini bila valuasinya telah mencapai angka 140 milyar rupiah. Hal ini bisa dibuktikan dari peningkatan dan profit perusahaan tersebut.

Centaurs


Di level Centaurs, sebuah perusahaan belum bisa dikatakan stabil dan aman. Untuk mencapai tingkatan ini, sebuah perusahaan wajib membuat terobosan yang mampu menarik masyarakat serta meningkatkan peluang dilirik oleh investor. Pada tingkatan ini, sebuah perusahaan startup harus memiliki valuasi sekitar 1,4 triliun rupiah. Dengan demikian, semakin banyak jumlah investor yang dibutuhkan untuk meningkatkan perusahaan tersebut.

Unicorn


Unicorn adalah sebuah perusahaan startup yang sudah cukup stabil dan memiliki valuasi sebesar 14,1 triliun rupiah. Perusahaan-perusahaan e-commerce di Indonesia saat ini banyak yang ada di level ini.

Decacorn


Level Decacorn adalah level sebuah perusahaan startup yang telah memiliki valuasi 10 miliar dolar Amerika atau sekitar 140 triliun Rupiah. Sejumlah perusahaan besar di bidang telepon seluler Tiongkok, Aplikasi penyedia ojek online di Indonesia hingga salah satu aplikasi belanja Online juga telah berada di level ini. Setelah berada di tingkat ini dan ingin ke tingkat tertinggi maka akan semakin sulit mencari sumber pendanaan dengan kantong yang sangat dalam.

Hectocorn


Level tertinggi dari sebuah perusahaan startup yang sangat besar. Perusahaan di level ini adalah perusahan besar level dunia dengan valuasi sebesar 100 miliar dolar Amerika atau 1400 triliun Rupiah.

Level ini banyak dimiliki oleh perusahaan sejumlah sistem operasi komputer komersial dan aplikasi jejaring sosial yang super besar.

Untuk mencapai sebuah level diperlukan kerja keras dan keuletan dalam menjalankan perusahaan rintisan atau startup.  Bagi yang berniat membuat startup, pastikan dahulu mengetahui Jenis Jenis Tingkatan Startup dan Pengertiannya agar tidak cepat merasa puas dengan suatu kondisi atau keuntungan. Semakin berkembang sebuah perusahaan startup, akan semakin banyak investor berniat melirik dan menanamkan dana untuk mengembangkan dan membesarkannya.

Dengan mengetahui Jenis Jenis Tingkatan Startup dan Pengertiannya sebuah perusahaan bisa mengetahui posisinya untuk ditawarkan pada investor, atau bisa saja menjadi investor bagi banyak perusahaan startup dengan tingkatan di bawahnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel